Tanggal : 22nd July 2014

Membidik Pasar Arab Saudi

Share

Jakarta - Sebagai rangkaian kunjungan Presiden RI ke Afrika dan Timur Tengah, Kementerian Perdagangan kembali melakukan kegiatan Forum Bisnis di Jeddah, Arab Saudi, pada 4 Februari 2013 lalu.

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan mengatakan,  Forum Bisnis ini sangat strategis lantaran sebagai bagian dari kerjasama Selatan-Selatan, rencananya kedua negara bjkal memegang peranan penting dalam perekonomian dunia satu atau dua dekade ke depan. ”Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan perdagangan dan investasi kedua negara yang pernah memiliki sejarah hubungan politik dan ekonomi sebagai sesama negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI),” ujar Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan seperti ditulis dalam release yang diterima InfoSAWIT, Juma’at (8/2).

Lebih lanjut Gita menjelaskan, dalam melambatnya pertumbuhan ekonomi di Negara-negara maju, maka motor penggerak pertumbuhan ekonomi global saat ini ditentukan oleh pasar negara berkembang dan pertumbuhan selatan.

Pada tahun 2012, laju pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) adalah 1,2 persen, sedangkan bagi negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India, China) sebesar 3,8 persen. PDB Indonesia tumbuh sebesar 6,3 persen sedangkan Arab Saudi tumbuh sebesar 6%.

Pada kesempatan itu pula Kemendag didukung oleh Kedutaan Besar RI di Riyadh, KJRI Jeddah dan ITPC Jeddah menyelenggarakan serangkaian kegiatan berupa forum bisnis, pertemuan one-on-one dan pertemuan business to business.

Sekedar informasi, pada tahun 2011 neraca perdagangan Indonesia dan Arab Saudi nilainya mencapai US$ 3,99 miliar yang memberikan surplus bagi Arab Saudi. Sedangkan pada periode Januari-Oktober 2012, neraca perdagangan kedua negara sudah mencapai US$ 2,67 miliar atau turun 17,66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia periode 2007-2011 mencapai 8,43%, nilai ekspor tahun 2011 mencapai US$ 1,43 miliar. Pada periode Januari-Oktober 2012 nilai ekspor Indonesia senilai US$ 1,5 miliar atau naik 25,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun produk ekspor nonmigas utama Indonesia ke Arab Saudi diantaranya vehicles other than trains, wood, paper, man-made filaments serta fats, oils and waxes. (Atep Y)

 

 

 

 

 

 

 

Select Your Language

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

YM : InfoSAWIT

YM : Webmaster

Social Media InfoSAWIT