Tanggal : 24th April 2014

Tiga Masalah Besar Ekonomi Indonesia

Share

Jakarta - Akhirnya krisis ekonomi global yang sudah berjalan selama ini berimplikasi pada perekonomian nasional. Kendati tidak secara langsung namun telah membuat bangsa Indonesia menghadapi tiga masalah besar ekonomi.

Pertama ialah terjadinya pelemahan nilai tukar mata uang rupiah yang saat ini telah tembus ke Rp 11 ribu rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Kondisi demikian tentu saja berimplikasi terhadap sektor perekonomian lainnya.

Kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, terjadinya pelemahan nilai tukar mata uang rupiah secara tidak langung telah menekan neraca perdagangan nasional, yang sepanjang Januari sampai  Juli 2013 masih mengalami defisit sebanyak US$ 5,65 miliar. “Sementara untuk neraca perdagangan nonmigas masih tercatat surplus sebanyak 1,98 miliar dollar,” kata Bayu kepada InfoSAWIT, di Jakarta, Selasa (3/9).

Lantas masalah kedua ialah neraca perdagangan nasional yang masih saja minus walaupun sudah masuk ke kuartal III 2013. Sementara masalah besar ketiga ialah masih tingginya angka inflasi, namun demikian Bayu berkilah, untuk inflasi pada Agutustus 2013 lalu mengalami penurunan sekitar 1,2% ketimbang angka inflasi Juli terhadap Juni 2013. “angka inflasi untuk bulan Agustus lebih rendah,” kata Bayu.

Guna menghadapi ketiga masalah besar itu rencananya pemerintah bakal membuat paket kebijakan yang berkaitan, semisal mendorong penggunaan bahan baku biofuel guna menghemat penggunaan minyak mentah. “Dan terus mempromosikan produk ekspor nasional, disamping memperketat impor,” tandas Bayu. (T2)

 

 

 

 

Select Your Language

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

YM : InfoSAWIT

YM : Webmaster

Social Media InfoSAWIT