img

PROSPEK & TANTANGAN INDUSTRI MINYAK SAWIT

Cermin | 24 December 2016 , 06:50 WIB | Read : 1066 | Administrator
img

Kendati harga minyak sawit tidak begitu berfluktuasi di 2016, namun industri penopang ekonomi nasional ini berpotensi untuk terus berkembang, menyusul disepakatinya pemangkasan produksi minyak mentah dunia oleh negara-negara OPEC. Apakah ini pertanda prospek sawit di 2017 bakal lebih baik?

Sampai dengan akhir tahun 2016, bisa dikatakan harga minyak sawit masih belum bergerak signifikan kearah positif, sementara harga minyak bumi mulai pelan-pelan meningkat dari sekitar US$ 30 per Barrel di tahun 2015 lalu, saat ini merangkak kembali mendekati US$ 50 per barrel, menyusul disepakatinya pemangkasan produksi minyak mentah oleh negara-neraga produsen minyak mentah yang tergabung dalam OPEC.

Bagi pelaku sawit, kondisi demikian, diharapkan bakal memicu kembali menguatnya permintaan minyak sawit dari negara-negara penghasil petro dollar, yang selama ini sedikit kendor permintaannya, lantaran daya beli negara negara penghasil petro dollar yang tercatat sebagai konsumen minyak sawit, semisal negara-negara yang ada di kawasan Timur Tengah dan Amerika melemah.

Melemahnya permintaan minyak sawit juga memukul produsen minyak sawit nomor wahid di dunia, Indonesia, sebab kondisi demikian telah mendorong hilangnya non tax income dari sektor minyak sawit, karena Bea Keluar (BK) menjadi tidak valid lantaran harga minyak sawit masih bertahan dibawah US$ 700/ton pada dua tahun terakhir ini.

Kendati demikian, ada satu fenomena yang terjadi pada industri minyak sawit Indonesia, lantaran walaupun harga minyak sawit di dunia belum begitu menggembirakan, justru dalam tiga tahun terakhir industri minyak sawit nasional terus tumbuh dan tetap melakukan investasi di sektor hilir, yang utamanya dilakukan di sentra-sentra produsen minyak sawit (CPO) dan minyak biji sawit (PKO), seperti di provinsi Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan termasuk di Pulau Jawa.

Kondisi ini memiliki arti bahwa, tanpa komando pemerintah kalangan swasta pun menjawab lemahnya permintaan minyak sawit dengan melakukan investasi di sektor hilir minyak sawit, baik industri minyak dan lemak makanan serta industri oleokimia yang semakin kuat permintaan produk-produknya di pasar internasional.

Selain memberikan fasilitas . . . .

 

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img