img

HILIRISASI MENJAGA PERTUMBUHAN KEBUN SAWIT

Cermin | 27 February 2017 , 06:22 WIB | Read : 1059 | Kris Hadisoebroto

AKHIR TAHUN 2016 LALU, DITUTUP DENGAN PERJALANAN MERANGKAKNYA HARGA MINYAK SAWIT MENTAH (CPO) DI PASAR GLOBAL. KENAIKAN HARGA YANG SELALU DITUNGGU-TUNGGU PRODUSEN CPO ITU, MENJADI TITIK DASAR BARU, BAGI TUMBUHNYA INDUSTRI HULU YAITU PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DITAHUN 2017 INI. BEBERAPA PENGAMAT HARGA CPO, MEMPERKIRAKAN HARGA CPO BAKALAN TERUS MENGUAT HINGGA KWARTAL I.

Naiknya harga jual CPO di pasar global, memang menjadi indikator kuat bagi tumbuhnya industri minyak sawit di dunia. Lantaran, sepanjang tahun 2016 lalu, keberadaan produksi hasil panen perkebunan berupa Tandan Buah Segar (TBS) terus mengalami defisit akibat anomali iklim yang secara umum berakibat kekeringan di seluruh wilayah Indonesia.

Kendati kekeringan yang melanda tahun 2016 lalu, tidak separah setahun sebelumnya, namun berbagai antisipasi perusahaan dan petani kelapa sawit sudah memperhitungkan terjadinya penurunan produksi di kebun sawit miliknya. Hasil panen TBS yang cenderung menyusut dibandingkan setahun sebelumnya, menyebabkan biaya operasional yang kian membengkak.

Biaya operasional rata-rata produksi CPO jadi membesar, lantaran jumlah produksi TBS menurun sehingga biaya rata-rata CPO per ton nya menjadi lebih mahal. Kondisi yang tak menguntungkan ini, tentu saja menjadi fokus utama perkebunan kelapa sawit di tahun 2016 lalu. Melalui fokus utama kepada efisiensi biaya produksi perkebunan, maka usaha kelapa sawit bisa terus berkelanjutan.

Tahun 2015 lalu, produksi CPO  . . .

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img