img

SMART Berkomitmen Tinggi Cegah Kebakaran Lahan

Berita Utama | 20 March 2017 , 06:22 WIB | Read : 1059 | Administrator
img

INFO SAWIT, KETAPANG - Keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting, sebab itu wajar jika salah satu perkebunan nasional yang berlokasi di Ketapang yang dikelola oleh PT Agrolestari Mandiri, salah satu unit usaha PT SMART/GAR. di Propinsi Kalimantan Barat (Kalbar), menggandeng masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran lahan di dalam hingga disekitar areal konsesi.

Namun demikian, faktanya tidak hanya dengan menggandeng masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran lahan, lantaran komitmen tinggi  PT SMART dan Sinar Mas pada umumnya dalam mencegah kebakaran lahan dan hutan juga didukung dari kebijakan internal.

Dikatakan Fire Prevention dan Response Head PT SMART Tbk., A. Achmad Supriyanto, selain terus melakukan penyadaran ke masyarakat lewat media cetak dan elektronik, supaya masyarakat menjadi lebih paham dan peduli terhadap kebakaran lahan, pihak perusahaan juga secara internal membentuk Satuan Tugas Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD), disetiap estate (perkebunan) dengan masing-masing anggota inti sejumlah 15 orang.

Lantaran PT Agrolestari Mandiri terdiri dari 5 estate, diantaranya Kayung Estate, Pekawai Estate, Sungai Kelik Estate dan Nanga Tayap Estate, maka total anggota tim KTD di unit usaha perkebunan kelapa sawit ini berjumlah 75 orang.

“Mereka kita latih untuk menguasai tentang teknik pencegahan dan kebakaran, pelatihan ini melibatkan Manggala Agni, tim ini juga dilengkapi dengan sarana prasarana pemadam kebakaran,” tutur Achmad Supriyanto.

Tercatat hingga September 2016 perusahaan ini telah memiliki infrastruktur berupa 1 menara 20 m, 3 unit menara 15 m, 3 unit menara 12 m, 9 unit menara 10 m, 10 unit gardu siaga api, 62 unit stop block  2 m, 4 unit stop block 4 m, dan pembangunan jalan hingga 19.500m3.

Lebih lanjut tutur Achmad, Satgas KTD ini juga dilengkapi dengan sistem peringatan dini dan deteksi dini, termasuk peta rawan kebakaran, fire danger rating system, monitoring dan verifikasi hotspot/firespot berbasis teknologi informasi berbasis satelit serta secara rutin melakukan pemantauan secara terpadu.

“Salah satu cara yang kami tempuh adalah  dengan melihat cuaca langsung dan tingkat potensi kebakaran atau dengan mengikuti prakiraan cuaca di BMKG, termasuk menghitung curah hujan dan kelembapan, suhu gambut dan tingkat level air dimana curah hujan dan kelembapan menjadi faktor utama di lapangan,” jelas Achmad kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img