img

ERA DIGITALISASI SAWIT

Cermin | 30 April 2017 , 06:27 WIB | Read : 684 | Kris Hadisoebroto
img

Proses demokrasi yang terus berjalan, menjadikan segala proses kehidupan yang didominasi ekonomi dan politik seolah-olah ikut telanjang. Tak hanya isu-isu populis semata, bahkan berbagai isu negatif yang saling menyerang juga turut menjadi konsumsi publik. Seringkali, informasi yang tersampaikan juga bukan info yang benar atau hoax.

Era reformasi yang dimulai tahun 1998 silam, merupakan titik balik atas berbagai kemapanan semu yang digambarkan pemerintahan orde baru kala itu. Berbagai indikator pertumbuhan dan pembangunan yang kerap diberitakan, menjadi hangus terbakar oleh semangat muda yang menginginkan adanya penggantian pimpinan negara.

Kini, hampir 20 tahun lamanya, roda reformasi telah bergulir. Salah satu prestasi yang masih terjadi hingga dewasa ini, berasal dari transparansi pemberitaan oleh media masa. Tak ada cerita pembredelan seperti kejadian waktu orde baru lalu. Yang ada, media masa runtuh dengan sendirinya akibat tak mampu bersaing secara bisnis biasa.

Memang, cerita media masa memiliki kekelaman sejarah tersendiri. Dewasa ini, banyak tersedia informasi dan berita yang secara mudah dan cepat dapat diperoleh dari dunia maya. Bisa dibilang, era saat ini sebagai era digitalisasi, dimana sekat ruang dan waktu hampir bisa terbilang punah. Hanya dalam waktu bilangan detik, informasi di belahan kutub dunia yang berbeda, bisa tersebar ke seluruh dunia.

Era Reformasi di Indonesia kini juga masuk kedalam era digitalisasi yang tumbuh secara global. Era digitalisasi memang sudah melanda seluruh dunia, sekat ruang dan waktu, sudah hampir terasa punah. Kekuatan informasi tak hanya bertitik kepada kebenaran dan data semata, melainkan juga harus mengejar kecepatan waktu untuk dikonsumsi publik.

Kondisi yang sama juga dirasakan industri perkebunan kelapa sawit. Kendati sudah dikembangkan secara komersil lebih dari 100 tahun lamanya, industri sawit kini masuk kedalam era digital pula. Dimana kecepatan hasil produksi, yang berasal dari hasil panen buah sawit (TBS) hingga menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya.

Pasalnya, kebutuhan konsumsi masyarakat dunia terus bertumbuh, sejalan dengan pertambahan jumlah populasi penduduk dunia. Melalui digitalisasi

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img