img

PELUANG MEMPERKUAT STANDAR BERKELANJUTAN

Sustainability | 03 June 2017 , 06:20 WIB | Read : 1057 | Administrator
img

SEBAGAI SALAH SATU PLATFORM BUDIDAYA KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN, ROUNDTABLE ON SUSTAINABLE PALM OIL (RSPO), DITUNTUT UNTUK TERUS MEMPERBAIKI KUALITAS. SEBAGAI BENTUK KOMITMEN TINGGI DALAM MENGHASILKAN PRODUKSI MINYAK SAWIT BERKELANJUTAN DI DUNIA.

Pelaku perkebunan kelapa sawit mendadak kaget dengan munculnya resolusi sawit yang terangkum dalam laporan “Palm Oil and Deforestation of Rainforests” yang diterbitkan Komite Lingkungan, Kesehatan Publik dan Ketahanan Pangan Uni Eropa pada Maret 2017 lalu. Dimana kelapa sawit dianggap sebagai pemicu terjadinya deforestasi, kondisi ini menjadi alasan penggunaan minyak sawit untuk biodiesel secara bertahap dikurangi hingga 2020.

Pihak RSPO menilai resolusi sawit yang dilakukan Uni Eropa itu bisa menjadi salah satu peluang bagi berbagai pihak untuk menunjukkan komitmennya terhadap perbaikan dalam aspek keberlanjutan. “Kejadian ini menjadi peluang untuk terus melakukan yang lebih baik,” kata Direktur RSPO, Tiur Rumondang kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.

Terlebih resolusi ini sifatnya masih non binding, yang artinya proses pengesahannya masih akan melalui berbagai tahapan lagi sebelum akhirnya bisa dijadikan landasan dalam penerapan kebijakan di Uni Eropa.

Tiur meyakini, platform RSPO sebagai lembaga nirlaba yang berfokus pada upaya perbaikan tata kelola dan budidaya kelapa sawit di dunia memiliki skema standardisasi produksi minyak sawit berkelanjutan yang sudah baik. Namun, RSPO juga terbuka dalam menerima kritik terhadap kriterianya dan celah di dalam penerapan standarnya, serta akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak baik lembaga sertifikasi, industri ataupun masyarakat sipil untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standarnya.

Merujuk informasi dari laporan “Palm Oil and Deforestation of Rainforests”, langkah yang dilakukan Uni Eropa itu sesuai dengan semangat dari Deklarasi Amsterdam pada 7 Desember 2015 lalu sebagai upaya dalam mereduksi terjadinya deforestasi lewat penyaringan pasokan komoditas agrikultur ke negara-negara Uni Eropa.

Dimana deklarasi itu mendukung suplai minyak sawit berkelanjutan sepenuhnya berkelanjutan ke Uni Eropa pada tahun 2020, dan mendukung dalam upaya memutus mata rantai deforestasi pada 2020.

Tidak hanya beralasan untuk memutus m . . .

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img