img

Penggunaan Jasa Keamanan di Kebun Sawit Meningkat 10%

Berita Lintas | 12 August 2017 , 06:54 WIB | Read : 1069 | Administrator
img

InfoSAWIT, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat bahwa kini, sekitar 15% dari 650 anggota mereka menggunakan jasa tenaga keamanan swasta. Jumlah ini meningkat dari sekitar 10% pada 2016.

Menurut Ketua Bidang Tata Ruang dan Agraria GAPKI, Eddy Martono, meningkatnya penggunaan jasa keamanan swasta ini dilakukan sebagai cara untuk mengatasi penurunan produksi sampai mencapai 10% di beberapa perkebunan anggota GAPKI yang berada di Sumatra. "Sepuluh persen itu besar. Pencurian itu biasanya kecil-kecil saja, menggunakan sepeda motor, satu atau dua tandan mereka ambil, tapi itu kan relatif kecil," kata Eddy dikutip bbc.com.

Lebih lanjut tutur Edy, sudah melakukan perawatan bagus, pemupukan bagus, kemudian potensi produksi bagus, tapi tidak pernah tercapai (target produksi), kenapa? Hal ini mesti di cek. Salah satu yang dicurigai ialah terjadinya pencurian yang melibatkan internal sendiri. “Maka itu perlu adanya (pengamanan) independen itu," katanya.

 

Biasanya, menurut Eddy, anggota GAPKI akan menggunakan tenaga masyarakat lokal untuk mengamankan perkebunan kelapa sawit. Peneliti Sawit Watch Eep Saefulloh membenarkan adanya praktik "permainan di dalam" terkait pencurian-pencurian sawit yang dilakukan oleh masyarakat setempat, namun Eep meragukan bahwa aksi itu sampai menyebabkan penurunan produksi yang besar. (T3)

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img