img

Di Kotim “Kencing” CPO Makin Menjadi

Berita Lintas | 14 September 2017 , 06:17 WIB | Read : 1045 | Administrator
img

InfoSAWIT, SAMPIT - Kegiatan penampungan minyak mentah kelapa sawit ataucrude palm oil (CPO) yang lazim disebut 'kencing' CPO yang diduga ilegal semakin tumbuh subur di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Parahnya lagi, penampungan dan pembajakan minyak sawit ilegal tersebut justru dikirim melalui pelabuhan besar pelat merah. “Praktik ini sudah berlangsung lama dan semakin menjadi-jadi. Istilahnya, 'mafia atau toke CPO. Hasil curian CPO itu dimasukan ke flexibag, kemudian dikirim ke Surabaya melalui container atau peti kemas,” ungkap salah seorang narasumber yang enggan menyebutkan namanya, seperti dikutip Kalteng Pos, belum lama ini.

 

Keberadaan mafia tersebut sangat meresahkan dan merugikan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghentikan aktivitas jualbeli minyak CPO ilegal. Tapi hingga kini para penampung CPO curian ini bukannya tutup, malah kini makin marak dan tumbuh subur. Narasumber itu mengaku, praktik kencing CPO sangat merugikan negara karena sindikat distributor CPO ilegal tidak membayar pajak dan biaya retribusi lainnya. Modus operandi untuk meluluskan praktik ilegal tersebut, yakni, menggunakan Dokumen “MENDOMPLENG" kontrak MIKO ( minyak kotor ), padahal yang dikirim berupa CPO bukan MIKO.

 

Minyak sawit mentah yang diperoleh dengan cara ilegal itu diperkirakan tidak memenuhi standar sehingga dapat menurunkan kualitas CPO dan menyebabkan harga turun. Padahal Indonesia sedang getol membangkitkan standar sistem pengelolaan minyak sawit berkelanjutan atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, saat dikonfirmasi terkait adanya laporan warga, belum memberikan keterangan. Seperti diketahui, pada tahun 2014 lalu,  aparat Polda Kalteng menangkap para tersangka penggelapan dan penadahan CPO di Kotim. Modusnya, tersangka menjual CPO ke penadah. Seharusnya, mereka mengantar CPO ke Pelabuhan Bagendang. Kemudian dikirim menuju Surabaya, Jawa Timur. Namun staf, otak kasus tersebut meminta agar dijual ke penadah. Modus lainnya adalah separuh dari mobil tanki dijual lalu diganti dengan air. (T3)

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img