img

Kebijakan Baru Areal Karbon Stok Tinggi di Kaltim

Berita Lintas | 14 September 2017 , 06:17 WIB | Read : 427 | Administrator
img

InfoSAWIT, SAMARINDA –Pemerintah provinsi Kalimantan Timur(Kaltim) menjalin kesepakatan dengan tujuh pemerintah kabupaten (pemkab) di Kaltim mengenai pengembangan perkebunan kelapa sawit.Dalam kesepakatan tersebut, Pemkab diminta melindungi kawasan hutan bernilai karbon tinggidi konsesi perkebunan.

Sekadar informasi, dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kaltim mengalokasikan 3,2 juta hektar untuk perkebunan. Dari luas lahan tersebut, 2,9 juta hektar diantaranya sudah memiliki perizinan sebagai lahan perkebunan. Sementara, realisasi penanaman perkebunan sudah mencapai 1,3 juta hektare. 1,1 juta hektar diantaranya merupakan perkebunan sawit.

 

Dari 2,9 juta hektar yang telah berizin perkebunan, terdapat 640 ribu hektar hutan, dan 50 ribu hektar lahan gambut bernilai karbon tinggi. "Alih guna hutan dibatasi maksimal 25 persen hingga 2030," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Rusmadi, seperti dikutip dari tribunkaltim.co.

 

Menurut Rusmadi, perluasan kebun baru diarahkan pada kebun rakyat. Itupun diarahkan pada lahan bernilai karbon rendah. Contohnya, semak belukar dan lahan terbuka di tanah mineral. "Kita mengutamakan produktifitas daripada perluasan,” katanya.

 

Sambil meningkatkan produktivitas, kata Rusmadi, Kaltim masih bisa menambah luasan kebun hingga 761 ribu hektar sampai 2030. "Kita juga mendorong percepatan pembangunan kebun pada izin yang telah diberikan, serta mengevaluasi dan menata perizinan agar pemanfaatan lahan untuk perkebunan menjadi efisien, rendah emisi, dan menciptakan iklim investasi yang sehat," ujarnya. (T3)

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img