img

Minamas Gandeng UNJA, Temukan Solusi Tuntas Kebakaran Lahan

Berita Lintas | 09 October 2017 , 06:45 WIB | Read : 1059 | Administrator
img

InfoSAWIT, JAMBI - Tahun 2015 lalu menjadi tahun kelam bagi sebagian wilayah di Indonesia, utamanya pulau sumatera dan kalimantan. Lantaran wilayah-wilayah tersebut menjadi tempat terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang begitu hebat. Ribuan hektar lahan terbakar, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 triliun.

Kebakaran terjadi di 7 provinis dan mencakup sebanya 731 desa, baik yang berlahan mineral maupun gambut. Dimana kejadian kebakaran itu dipastikan 99% akibat ulah manusia baik disengaja ataupun tidak.

Kejadian kebakaran ini tentu saja menampar wajah pemerintah Indonesia, terlebih pemerintah sebelumnya telah berkomitmen untuk mengurangi emsi karbon sebanyak 29% dengan usaha sendiri dan pengurangan emisi hingga 41% dengan bantuan negara di dunia pada Konferensi Iklim di Perancis dua tahun lalu.

Kenyataan lain, kebakaran lahan dan hutan juga telah menyeret perkebunan kelapa sawit yang dituding sebagai pemicu terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Sontak, tudingan ini dibantah para pelaku kelapa sawit nasional, lantaran belum ada bukti sahih bahwa pemicu kebakaran adalah pembukaan perkebunan kelapa sawit.

Apalagi para pelaku usaha telah mengharamkan pembukaan perkebunan kelapa sawit dengan cara membakar (Zerro Burning). Seperti yang telah dilakukan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional, Minamas Plantation. Dengan luas lahan tertanam mencapai 202 ribu ha dan tersebar di 8 provinsi di Indonesia, dipastikan banyak wilayah perdesaan yang berbatasan langsung dengan area perkebunan kelapa sawit perusahaan.

Sebab itu, guna menangkal kembali terjadinya kebakaran hutan dan lahan, perusahaan menerapkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan berbasis partisipatif masyarakat. Minamas Plantation semenjak 2016 lalu meluncurkan program Desa Mandiri Cegah Api, program ini menggagas upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan bekerjasama secara aktif dengan desa-desa di sekitar areal perkebunan kelapa sawit milik perusahaan.

Guna mendapatkan solusi tuntas untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan, pihak perusahaan pun menggandeng para ilmuwan dan peneliti dari Universitas setempat. Misalnya pada awal Agustus 2017 lalu, Minamas Plantation melakukan kerjasama dengan Universitas Jambi (UNJA), sebagai mitra akademisi dalam program tersebut.

Dalam kerjasama ini, anak usaha Minamas Plantation, PT Bahari Gembira Ria (PT BGR) bersama UNJA bakal fokus dalam upaya mencari solusi untuk pemberdayaan masyarakat yang ada di 4 Desa, yaitu Desa Gambut Jaya, Desa Sumber Agung, Desa Parit dan Desa Arang-arang. Desa-desa ini termasuk ke dalam daftar 731 desa yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan oleh pemerintah.

Dikatakan Head Plantation Operations Minamas Plantation, Roslin Azmy Hassan, dengan adanya kerjasama ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara dalam menangkal terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dalam kerjasam ini UNJA bakal menjadi mitra perusahaan untuk penanganan bencana kebakaran, sekaligus mencari solusi tuntas supaya tidak terulang kembalinya kebakaraan hutan dan lahan yang setiap tahun terjadi.

Untuk pemberdayaan di empat desa diawali dengan dilakukannya pendampingan selama 6 bulan dalam melakukan budidaya berkelanjutan dan pola-pola penanaman tanpa bakar kepada seluruh masyarakat. “Lantas akan dilanjutkan dengan pembuatan pola budidaya dan pemilihan komoditas yang tepat untuk dikembangkan di masing-masing desa,” kataya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jambi. (T2)

 

Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi Agustu 2017

Http://www.store.infoswit.com

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img