img

ANJ Rilis Komitmen Berkelanjutan

Berita Utama | 11 October 2017 , 06:52 WIB | Read : 680 | Administrator
img

InfoSAWIT, JAKARTA  - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) untuk kali pertama merilis Laporan Keberlanjutan yang mencakup kinerja keberlanjutan sepanjang 2016 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas Perusahaan kepada publik. Dalam laporannya, ANJ melaporkan perkembangan, pencapaian, strategi dan aktivitas keberlanjutan Perusahaan yang dicapai melalui praktik-praktik manajemen terbaik berdasarkan keseimbangan tiga pilar Kebijakan Keberlanjutan: Pengelolaan Lingkungan, Kebijakan Usaha dan Tanggung Jawab Sosial. ANJ merencanakan Laporan Keberlanjutan dipublikasi setiap tahun.

Dengan mengusung tema "Komitmen Melampaui Tantangan", Laporan Keberlanjutan 2016 menggaris-bawahi semangat perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara imbal hasil investasi, keberlanjutan ekonomi bagi penduduk setempat dan kelestarian alam. Ada enam isu utama yang diusung dalam laporan ini, yaitu: kinerja pengelolaan lingkungan, relasi dengan komunitas lokal, penerapan mekanisme lacak balik (traceability), sertifikasi lingkungan dan sosial, pencapaian ekonomi, serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Sejak 2016, ANJ telah menyusun dan menandatangani Kebijakan Keberlanjutan sebagai komitmen perusahaan untuk memerhatikan keseimbangan ekonomi, sosial dan lingkungan dalam menjalankan bisnis. Implementasi dari prinsip keberlanjutan tersebut tercermin dalam berbagai program di seluruh lokasi pengelolaan, yang terbentang dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Papua.

Hingga akhir 2016, sudah lebih dari 3000 petani tumbuh bersama perusahaan dengan skema inti-plasma manajemen satu atap sehingga kesejahteraan masyarakat sejalan dengan berkembanganya perusahaan. Di bidang lingkungan, ANJ mengelola lahan konservasi seluas 41.800 hektare atau setara dengan 26,5% dari total luas HGU inti dan plasma.

Di daerah perkebunan wilayah Sumatera dan Kalimantan, perusahaan memberikan dukungan kepada sekolah binaan melalui program pendidikan berbasis lingkungan, yaitu melalui program Adiwiyata.

Di Kalimantan, selain mengelola lahan konservasi seluas 3800 hektare, ANJ secara persuasif mendekati pelaku pembalakan liar untuk beralih menjadi mitra atau karyawan di perkebunan kelapa sawit.

Di Papua, program-program diintegrasikan dengan menampung aspirasi masyarakat desa dan suku di sekitar areal operasi ANJ, melalui proses Free, Prior, and Informed Consent (FPIC).

"Kami sadar industri kelapa sawit menghasilkan produk yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat dan industri lainnya. Namun disisi lain, sektor industri ini rentan terhadap risiko sosial dan lingkungan. Karena itu kami berkomitmen untuk mematuhi regulasi dan mengadopsi prinsip prinsip pembangunan berkelanjutan dalam menjalanlan kegiatan usaha kami. Disamping itu, kami terus berupaya menempatkan diri di tengah masyarakat agar tumbuh bersama," kata Direktur Keberlanjutan ANJ, Sonny Sunjaya Sukada dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT belum lama ini. (T2)

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img