img

Pemasaran Benih Sawit Masih Melempem

Berita Lintas | 15 October 2017 , 06:27 WIB | Read : 1045 | Aang Kuvaini
img

InfoSAWIT, JAKARTA - Tingginya permintaan akan crude palm oil (CPO) tak mendongkrak produksi benih sawit. Produksi benih sawit salah satu produsen, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) justru mengalami penurunan. "Volume produksi benih sawit pada semester pertama tahun 2017 turun dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Investor Relation, SGRO, Michael Kusuma, Rabu (11/10).

Produksi benih sawit SGRO pada semester I tahun 2017 sebanyak 4,5 juta benih. Angka tersebut turun dari tahun sebelumnya pada periode yang sama, yakni, 5,7 juta benih. Penurunan tersebut dinilai telah terjadi selama lima tahun terakhir. "Tren produksi benih sawit dalam lima tahun terakhir turun," terang Michael.

 

Michael menilai, hal tersebut akibat dari ekspansi lahan yang rendah. Ekspansi lahan sawit meningkat pada awal tahun 2000. Namun, banyaknya moratorium membuat ekspansi lahan sawit menurun.

 

Seperti dikutip dari Kontan, penggantian tanaman sawit yang sudah tidak produktif (replanting) pun dinilai tidak besar. Michael menyebut, replanting dilakukan untuk tanaman yang sudah berusia di atas 25 tahun. Sementara Michael beranggapan, saat ini rata-rata tanaman sawit di Indonesia masih berusia muda.

 

Michael juga mengatakan, apabila kebijakan replanting diterapkan, hal tersebut akan meningkatkan permintaan terhadap benih sawit. Saat ini SGRO menjual benih sawit berkisar antara Rp 9.000 hingga Rp 12.000 per benih.

 

Tahun ini, SGRO mematok target produksi benih sawit di bawah produksi tahun 2016. Menurutnya, total produksi benih sawit tahun 2016 mencapai 8 juta benih. Tahun ini, sekitar 6 juta hingga 7 juta benih ditargetkan untuk diproduksi. (T3)

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img