img

ISPO DIANGGAP MASIH BELUM SESUAI HARAPAN

Teropong | 18 October 2017 , 06:28 WIB | Read : 1073 | Atep Yulianto Irawan
img

PADA AKHIR AGUSTUS 2017 LALU, SEKRETARIAT INDONESIA SUSTAINABLE PALM OIL (ISPO) KEMBALI MEMBERIKAN SERTIFIKAT KEPADA 40 PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT. SAYANGNYA SAMPAI SAAT INI ISPO BELUM BISA MEMENUHI HARAPAN PELAKU, DITENGAH UPAYA PERBAIKAN DAN PENGUATAN PRAKTIK BUDIDAYA KELAPA SAWIT ALA INDONESIA.

Untuk kesembilan kalinya kegiatan pemberian sertifikast Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) kembali dilakuan. Bertempat di Auditorium Kementerian Pertanian tercatat ada sebanyak 40 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berhak kali ini untuk mendapatkan sertifat ISPO.

Dengan demikian berarti telah ada sebanyak 306 perusahaaan semenjak diterbitkannya kebijakan ISPO tahun 2011 lalu hingga kini yang baru memperoleh sertifikat ISPO. Dari 306 penerima ISPO tersbut, dua diantaranya adalah diberikan untuk golongan petani lewat koperasi uni desa.

Dikatakan ketua ISPO yang juga Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang, sebetulnya yang sudah melakukan pendaftaran ISPO telah mencapai 551 instansi, dimana perusahaan sebanyak 546, lantas 4 KUD/KSU Kebun Plasma, serta satu Asosiasi Kebun Swadaya.

Lebih lanjut dari seluruh yang mendaftar ISPO, merujuk Laporan Hasil Akhir (LHA) yang diterima Sekretariat Komisi ISPO, laporan yang masuk ke komisi ISPO baru sebanyak 376 laporan. “Pada Agustus ini kembali diserahkan 40 sertifikat sehingga seluruhnya menjadi 306 sertifikat, dimana sebanyak 304 dari perusahaan dan 2 dari KUD petani,” katanya dalam pidato saat sambutan kegiatan penyerahan sertifikat ISPO yang dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.

Dari total sertifikat ISPO yang telah diberikan maka hingga saat ini lahan perkebunan kelapa sawit nasional seluas 1,82 ha telah tersertifikat ISPO, dimana jumlah CPO yang sudah tersertifikat ISPO sebanyak 8,15 jta ton.

Diakui Bambang, dari sekian banyak yang mengajukan sertifikat ISPO, ada sebanyak 11 perusahaan yang ditunda pengakuannya. Belum disetujuinya perolehan sertifikat ISPO ini lebih terkait mengenai administrasi Hak Guna Usaha (HGU). Lantas ada sekitar 70 laporan lagi yang belum diverifikasi oleh Komisi ISPO, serta tersisa sekitar sekitar 164 laporan yang masih dalam proses.

Lebih lanjut menurut  penilaian Bam

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img