img

TUMBUHNYA INDUSTRI OLEOKIMIA NASIONAL

Cermin | 18 October 2017 , 06:38 WIB | Read : 1086 | Kris Hadisoebroto
img

Industri oleokimia nasional yang masih di dominasi industri oleokimia dasar, memang masih jauh dari harapan banyak pihak. Kendati pertumbuhan produksi CPO setiap tahunnya meningkat lebih dari 10%, namun kapasitas terpasang industri oleokimia nasional nyaris tak bergerak tumbuh sepanjang lima tahun terakhir.

Pertumbuhan industri oleokimia dasar, sejak dikenalnya industri biodiesel sebagai bahan bakar aternatif dan terbarukan, memang nyaris tak terdengar. Sejak tahun 2008 silam, pembangunan industri biodiesel memang masif terjadi di Indonesia. Hanya dalam kurun waktu 3 tahun saja, industri biodiesel telah memiliki kapasitas terpasang yang jauh lebih besar dari industri oleokimia nasional.

Sebagai gambaran, tahun 2011, kapasitas terpasang industri biodiesel nasional telah mencapai lebih dari 3 juta ton/tahun. Dibandingkan dengan industri oleokimia nasional yang hanya memiliki kapasitas terpasang sekitar 1 juta ton/tahun.

Padahal, pengembangan industri oleokimia nasional sudah dimulai sejak tahun 1980an silam, dimana untuk pertama kalinya dimulai oleh PT Cisadane Raya Chemicals yang mampu produksi fatty acids hingga sabun cuci batang.

Kendati, sejak tahun 2013 akhir, hampir semua industri turunan CPO global dan Indonesia kembali mengalami kelesuan. Memang, lesunya pertumbuhan industri turunan CPO tidak bisa terlepas dari tingginya fluktuasi harga bahan baku. Swing harga naik dan turun dari harga CPO yang terlalu besar, senantiasa berpengaruh besar terhadap harga jual produk oleokimia.

Kondisi tidak stabilnya harga jua

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img