img

Malam Beraksi, Hutan pun Jadi Kebun Sawit

Berita Lintas | 11 November 2017 , 06:54 WIB | Read : 1048 | Administrator
img
ilustrasi

InfoSAWIT, NUNUKAN - Hutan lindung Pulau Nunukan kini  hanya tersisa 2.800 hektare (ha), ini terjadi akibat ulah sejumlah oknum. Di samping itu, minimnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan juga masih minim. Terbukti, baru-baru ini ditemukan sejumlah aktivitas pembalakan liar di area hutan lindung. Untuk memuluskan aksinya itu, oknum pembalak liar ini nekar nekat melakukan aktivitasnya di malam hari.

Tulis Procal, sebanyak 15 kubik kayu yang ditemukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 621/Manuntung (MTG) merupakan hasil aktivitas illegal logging atau pembalakan liar di hutan lindung Pulau Nunukan.

Guna mencari tahu aktivitas apa saja di hutan lindung, pewarta harian ini mencoba mengikuti patroli gabungan yang dilakukan sejumlah aparat yang terdiri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), kepolisian dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Nunukan, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Rombongan yang dipimpin langsung Komandan Satgas Pamtas Yonif 621/MTG, Letkol Inf Rio Neswan ini menggelar persiapan di Markas Komando (Mako) Satgas Pamtas Yonif 621/MTG sekira pukul 07.30 Wita sebelum menuju hutan lindung yang diduga menjadi lokasi pembalakan liar.

Perjalanan dimulai pukul 08.00 Wita menggunakan kendaraan roda empat. Perjalanan ditempuh sekira satu jam. Sebelum tiba di lokasi pertama, rombongan harus melalui perkebunan kelapa sawit.Sejumlah perkebunan kelapa sawit ini sebenarnya telah masuk dalam kawasan hutan lindung. Area perkebunan itu dulunya memiliki banyak pohon, namun semua telah ditebang dan dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit.

Salah seorang pekerja kelapa sawit yang tak ingin menyebutkan namanya mengakui, sebelum membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit, harus dihabiskan terlebih dahulu pohon-pohon besar di lokasi itu. Namun, itu telah berlangsung sejak lama sekitar tiga tahun yang lalu yang memang luput dari pengawasan pihak terkait.

Sementara, anggota UPT KPH Nunukan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rahmat mengungkapkan, aktivitas pembalakan liar sejak lama dilakukan. Bahkan yang melakukan pembalakan liar sangat nekat, karena tidak pernah takut diberikan sanksi hukum. “Saya sudah pernah menangkap dua orang, saat ini telah ditahan dan sedang menjalani proses persidangan,” kata Rahmat. (T3)

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img