img

Petani Sawit dan Makna Kemerdekaan

Berita Lintas | 13 November 2017 , 06:11 WIB | Read : 1047 | Administrator
img
ilustrasiI

InfoSAWIT, JAKARTA - Sudah 72 tahun Indonesia merdeka, kita layak memberikan apresiasi bagi penyelenggara negeri ini yang telah bertarung dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Salah satu tantangan itu adalah terkait perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Perkebunan Kelapa Sawit sudah hampir 108 tahun ada di negeri ini, berarti sudah lebih tua dari usia dari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelapa sawit tumbuh melewati banyak generasi, melewati hampir semua rezim kekuasaan termasuk pernah hidup dan dihidupkan oleh kolonial Belanda.

Lantas bagaimana dengan petani? Bagaimana mereka memaknai kemerdekaan Indonesia?

Secara resmi, Petani kelapa sawit mengelola perkebunan kelapa sawit dimulai sejak lahirnya program integrasi masyarakat ke dalam perkebunan sawit yang dinamakan program PIR (Perkebunan Inti Rakyat). Program tersebut diluncurkan pada masa pemerintahan Soeharto, pada kurun waktu 1979 sampai dengan 1982.  

Bentuknya adalah, masyarakat lokal dan masyarakat transmigrasi berasimilasi dalam perkebunan mengelola kelapa sawit. Petani mengelola sekitar 20% lahan dan perusahaan sebanyak 80%.

Dimana bentuk kerjasama itu, perusahaan perkebunan membangunkan kebun sawit rakyat (plasma), dan setelah perkebunan sawit plasma berproduksi dialihkan (konversi) ke petani atau koperasi. Selama masa panen, petani menjual hasil produksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit ke pabrik pengolahan kelapa sawit milik perusahaan yang telah di ikat dalam kontrak atau Memorandum of Understanding (MoU), antara koperasi dan perusahaan dan pembayarannya bakal dikenakan potongan sebesar 30% sebagai bentuk angsuran kredit.

Hingga saat ini, skema kemitraan antara perusahaan dan petani telah berubah-ubah seiring perubahan kebijakan pemerintah, kemauan pihak perusahaan dan lembaga perbankan.

Dari sejarah panjang skema kemitraan ini semenjak pembentukannya terdapat beberapa catatan dari petani kelapa sawit dan fakta hingga saat ini adalah; belum ada sukses story untuk memandirikan petani kelapa sawit. 

Pertama, Presiden Jokowi sudah membuat terobosan untuk pendanaan bagi petani kecil melalui terbentuknya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Sampai saat ini, dana yang telah dikumpulkan kurang lebih Rp 11 triliun rupiah.

Namun sayangnya petani masih sulit untuk mengakses dana ini, dikarenakan peraturan dan kementerian teknis yang melaksanakannya lebih mendorong petani untuk bermitra dengan perusahaan. Sehingga, banyak petani yang tidak tertarik dengan skema yang ditawarkan ataupun masih menggunakan beban kredit yang lebih besar.

Kedua, petani-petani swadaya ingin ditarik ke dalam skema kemitraan. Menurut petani, cara “menarik ke dalam” adalah cara yang belum tentu benar. Karena petani mandiri/ swadaya tersebut telah hidup lama mengelola perkebunan.

Diakui, sejatinya petani mandiri membutuhkan pendampingan dari pemerintah terkait dengan sarana produksi pertanian (bibit, pupuk, herbisida) dan perbaikan jalan perkebunan untuk pengangkutan. Selain itu, memfasilitasi petani dalam penjualan TBS,  yang sebelumnya masih banyak petani swadaya yang kerap menjualnya ke tengkulak dengan harga lebih rendah dari penetapan pemerintah provinsi.

Ketiga, harga TBS dirasa masih rendah dan perusahaan sawit terus mendapatkan manfaat dari pola penetapan harga kelapa sawit.

Keempat, program reforma agrarian yang ada saat ini, masih belum berpihak pada petani kelapa sawit. Program-program plasma dianggap sebagai bagian dari reforma agraria. Padahal reforma agraria punya makna yang lebih mendalam yakni soal kedaulatan petani atas lahan. Dalam skema kemitraan inti – plasma, petani atau rakyat tidak memiliki kedaulatan di dalamnya bahkan dapat dibilang sebagai “buruh diatas tanah sendiri”. (Ketua Serikta Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto)

Artikel lengkap bisa dibaca pada InfoSAWIT edisi September 2017

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img