img

Sawit Sumbermas dan Yayasan BOS Bangun Areal Konservasi Orangutan

Berita Lintas | 14 November 2017 , 06:44 WIB | Read : 1048 | Administrator
img

InfoSAWIT, JAKARTA -  Direktur Utama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk.,Vallauthan Subraminam, mengatakan, pihaknya secara bertahap akan melakukan informasi pengembangan areal konservasi orangutan tersebut. Ini dilakukan supaya masyarakat sekitar mengetahui dan memahami, termasuk melibatkan mereka.

Rencananya, pihak perusahaan dan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) melakukan pelatihan dan informasi secara bertahap dan berkelanjutan, termasuk mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis konservasi, sehingga areal konservasi ini bakal menyerupai kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. “Kami secara bersama-sama dengan mitra yang lain akan memberikan pelatihan kepada orang-orang sekitar, mengenai konsep sustainability dan lingkungan, sehingga masyarakat bisa hidup berdampingan dengan orangutan. Kalau semua paham tentang hal ini maka konflik dengan orangutan bisa diminimalisir,” kata Vallauthan.

Rupanya langkah yang dipilih PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., karena komitmen yang tinggi dalam melindungi lingkungan, terutamakeberadaan habitat orangutan. Apalagi awal tahun ini PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., berkomitmen menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan (to be sustainable palm oil company). Langkah ini juga sesuai amanat dari prinsip dan kriteria dari Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Tercatat PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., telah menjadi anggota RSPO semenjak 2012 lalu.

CEO Yayasan BOS, Jamartin Sahite, kemitraan ini menjadi salah satu upaya dalam kewajiban memenuhi Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia yang menyatakan bahwa di tahun 2015, tidak boleh ada lagi orangutan di pusat rehabilitasi. Terlebih sampai saat ini, para penggiat lingkungan, khususnya penggiat yang fokus dalam perlindungan bagi orangutan kerap mengalami kendala dengan banyaknya orangutan di dalam pusat rehabilitasi, baik yang siap dilepasliarkan maupun yang unreleasable.

Padahal keduanya membutuhkan hutan yang menyerupai habitat alaminya. Kandang, sebaik apapun kondisi dan fasilitasnya, bukanlah tempat terbaik bagi mereka. “Oleh karena itu, Yayasan BOS berupaya dengan segala cara agar bisa melepaskan orangutan-orangutan yang ada di program rehabilitasi ke wilayah yang memenuhi kebutuhan mereka, khususnya dalam hal pakan, tidak ada persaingan dengan orangutan liar, serta aman dari kemungkinan eksploitasi,” catat Jamartin dalam rilis resmi di laman BOS. 

Direktur RSPO Indonesia, Tiur Rumondang melihat, kemitraan yang dilakukan dalam upaya membangun areal konservasi orangutan berbasis bentang alam, merupakan langkah maju yang harus ditiru.

Tutur Tiur, sejatinya perlindungan orangutan mesti dilakukan secara bentang alam, sehingga konservasi yang dikelola oleh perusahaan, pemerintah atau lembaga nirlaba lingkungan bisa secara menyeluruh saling berhubungan. “Karena sustainability itu adalah equal innovation. Perlindungan konservasi yang berjalan saat ini sudah cukup sustainable dan terjagakalau dari sisi industri. Kalau dari sisi konservasi, masih kurang karena perlu dihubungkan,” katanya kepada InfoSAWIT belum lama ini di Jakarta.

Terhubungnya areal konservasi secara menyeluruh dalam satu bentang alam, maka konservasi akan menjadi lebih berfungsi dan memberikan manfaat, apalagi terkait konservasi orangutan yang memiliki jelajah yang cukup luas.

Wajar jika saat ini sudah mulai dibangun perlindungan lingkungan berbasis konservasi dengan melibatkan berbagai pihak bahkan dalam wadah konsorsium. Namun tutur Tiur, perlu juga dilihat, atas kepentingan apakonsorsium itu dibentuk. Jika berdasarkan kepentingan sustainability maka akan menjadi lebih mudah. “Perlindungan lingkungan akan menjadi lebih mudah jika dilakukan secara konsorsium, melibatkan semua pihak,” tandas Tiur. (T2)

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img