img

Giring Ekspor Sawit ke Produk Olahan

Berita Lintas | 15 November 2017 , 06:26 WIB | Read : 1049 | Administrator
img

InfoSAWIT, JAKARTA - Upaya menggenjot ekspor produk olahan minyak sawit (hilir) sudah dilakukan semenjak 2011 lalu. Adanya skim pungutan yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit ditengarai semakin mendongkrak ekspor produk olahan sawit. Kini komposisi ekspor produk olahan sawit telah mencapai 79%.

Selain mendongkrak pertumbuhan industri biodiesel nasional, kehadiran skim pungutan ekspor CPO yang dananya dikelola BPDP-KS, bisa dikatakan memiliki kontribusi dalam mendorong ekspor kelapa sawit nasional ke sektor hilir (produk olahan). Misalnya saja sepanjang 2016 lalu rata-rata ekspor produk olahan kelapa sawit mencapai lebih dari 79% dari total ekspor minyak sawit asal Indonesia sebanyak 25,8 juta ton.

Sepertinya kondisi tersebut akan berlanjut di tahun ini. Terbukti sampai 3 bulan pertama di 2017 ekspor produk olahan kelapa sawit Indonesia rata-rata sebanyak 78% atau sekitar 6,06 juta ton, sementara sisanya sejumlah 1,71 juta ton adalah minyak sawit mentah (CPO).

Dikatakan Direktur Perencanaan, Penghimpunan, dan Pengelolaan Dana BPDP-KS, Agustinus Antonius, tahun ini diperkirakan ekspor produk olahan kelapa sawit akan lebih tinggi ketimbang tahun 2016 lalu. “Ekspor dalam CPO hanya sekitar 22% sisanya produk olahan,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

Lebih lanjut tutur Agustinus, dengan demikian diperkirakan bakal ada peningkatan porsi produk hilir, bila dilihat dari kondisi ekspor minyak sawit Indonesia di awal tahun, dimana porsi produk hilirnya naik sekitar 2,1%.

Jenis barang yang diekspor pun tercatat meningkat sekitar 5,9%, atau menjadi sebanyak 54 jenis produk olahan sawit. Lebih lanjut tutur Agustinus, perlu dicatat pula nilai ekspor untuk kategori biomassa juga mengalami peningkatan sekitar 8,1%.

Kendati secara volume perlu diakui bahwa ekspor minyak sawit nasional pada tahun lalu mengalami penurunan. Jika di tahun 2015 lalu ekspor minya sawit nasional mencapai 26,2 juta ton, maka di tahun 2016 lalu hanya sekitar 25,8 juta ton, atau ada penurunan ekspor sekitar 1,5%.

Namun demikian, secara nilai ekspor minyak sawit nasional tercatat mengalami peningkatan. Merujuk data dari BPDP-KS, nilai ekspor minyak sawit nasional tahun 2015 lalu hanya mencapai sekitar US$ 16,5 miliar, sementara nilai ekspor minyak sawit nasional tahun 2016 mencapai US$ 17,8 miliar atau ada peningkatakan nilai ekspor sebanyak 7%.

Lantas pada tahun 2016 lalu, ekspor minyak sawit nasional tercatat memiliki kontribusi sekitar 12,32% dari total ekspor Indonesia, sementara kontribusi ekspor minyak sawit  mencapai 13,56% dari total ekspor non-migas nasional. (T2)

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img