img

Mengenal Skim Inovasi Pembiayaan Sawit

Berita Lintas | 17 November 2017 , 06:27 WIB | Read : 1058 | Administrator
img

InfoSAWIT, JAKARTA - Sejatinya, penerapan single management telah diterapkan beberapa perusahaan yang dikenal dengan istilah skim inovasi pembiayaan, dalam upaya menggandeng perkebunan kelapa sawit swadaya supaya memiliki produktivitas lebih tinggi. Seperti yang dilakukan PT Buana Wiralestari Mas (BWLM), unit usaha PT SMART Tbk.

Merujuk informasi dari perusahaan, proses peremajaan perkebunan kelapa sawit milik petani swadaya dengan target 500 ha yang ditetapkan pada akhir 2014 silam dilakukan secara bertahap. Pada Mei 2015 lalu telah dilakukan peremajaan untuk kebun sawit milik petani swadaya yang tergabung dalam Kelompok Tani Swadaya Kita, dengan luas lahan sekitar 100 ha, yang berlokasi di Desa Seikijang, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar.

Hingga April 2016, kegiatan peremajaan perkebunan kelapa sawit milik petani swadaya dengan skim inovasi pembiayaan dan program Revitbun kembali dilakukan untuk 400 ha untuk kebun sawit swadaya yang tergabung dalam Kelompok Tani Petapahan, berlokasi di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kampar, dengan melibatkan sebanyak 193 Kepala Keluarga (KK).

Dikatakan Ketua Koperasi Berkat Ridho, Misdan, kebanyakan petani swadaya yang mengikuti skim inovasi pembiayaan adalah petani sawit yang tidak sepakat dengan skim plasma yang digalakkan pemerintah dulu. Alasannya, bergabung menjadi petani plasma terkesan banyak dipagari dengan bermacam aturan. “Akhirnya mereka bangun kebun sawit sendiri,” tutur Misdan kepada InfoSAWIT belum lama ini.

Biasanya kebanyakan petani itu mendapatkan bibit dengan cara mendongkel pohon sawit yang tumbuh di pinggir-pinggir jalan, yang rata-rata ditanam pada tahun 2000 an. Hasilnya setelah 15 tahun bertanam sawit produksinya tidak memuaskan, lantaran kebun sawit petani swadaya itu hanya mampu berproduksi sekitar 400 Kg/bulan atau mencapai 4,8 ton TBS/ha/tahun.

Jelas, jauh dibandingkan dengan hasil produksi petani plasma yang mencapai 2 ton/bulan atau mencapai 24 ton TBS/ha/tahun bahkan bisa mencapai 30 TBS/ha/tahun. Perbedaan hasil produksi ini juga yang memicu para petani swadaya berkeinginan mempercepat proses peremajaan sawitnya supaya mendapatkan hasil lebih baik. (baca InfoSAWIT edisi Mei 2016, Peremajaan Sawit Swadaya Bukan Lagi Sekadar Cerita).

Sayangnya kegiatan peremajaan sawit terbentur modal yang tidak sedikit, sementara program bantuan pembiayaan dari pemerintah dengan bunga perbankan murah, tidak gampang memperolehnya, apalagi kini program itu sudah pula diakhiri.

Kendati demikian adanya skim inovasi pembiayaan yang digagas pelaku sawit nasional bisa menjadi alternatif untuk kegiatan peremajaan kelapa sawit swadaya. (T2)

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img