img

Dari 373 Perusahaan Sawit di Kaltim, Hanya 23 yang Dapat ISPO

Berita Lintas | 20 November 2017 , 06:57 WIB | Read : 1208 | Administrator
img

InfoSAWIT, SAMARINDA - Sebagai bukti memegang prinsip pembangunan kelapa sawit berkelanjutan dan ramah lingkungan, sebuah perusahaan harus memiliki sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sayangnya, dari 373 perusahaan kelapa sawit di Kaltim, hanya ada 23 yang memiliki sertifikat tersebut.

Dikatakan Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad, minimnya perusahaan yang bersertifikat lantaran manfaat sertifikasi belum tersosialisasi dengan maksimal. Padahal ISPO merupakan regulasi wajib untuk diterapkan oleh perusahaan kelapa sawit. Sebab, penerapannya sebagai upaya memelihara lingkungan dan meningkatkan kegiatan ekonomi serta sosial.

“Hingga saat ini, memang masih banyak perusahaan yang belum sadar akan pentingnya kepemilikan sertifikat ISPO,” ungkapnya seperti dikutip Prokal.

Dia menjelaskan, Dinas Perkebunan sangat konsentrasi terhadap pengembangan komoditas kelapa sawit. Sehingga perusahaan sangat penting menerapkan ISPO. Hal itu karena kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang menghasilkan devisa negara terbesar dalam sektor non-migas dan sumber lapangan kerja.

Lebih lanjut kata Ujang mengatakan, laju perkembangan tanaman kelapa sawit di Kaltim sangat pesat. Saat ini, izin usaha perkebunan yang tersebar di kabupaten dan kota di Kaltim mencapai 2,6 juta hektare. Namun, dari luasan itu hanya 1,1 juta hektare yang digunakan. Dengan demikian sekitar 1,5 juta hektare belum dilakukan pembangunan usaha di lahan tersebut. (T3)

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img