img

SAAT INDONESIA PERTAHANKAN PASAR SAWIT INDIA

Teropong | 21 November 2017 , 06:11 WIB | Read : 1289 | Ignatius Ery Kurniawan
img

Dengan alasan membantu harga komoditas ditingat petani dan meminimalisir peningkatan stok minyak nabati, maka pemerintah India menetapkan kebijakan untuk menaikan bea masuk CPO dari 7,5% menjadi 15%, atau naik sebanyak 100% atau bea masuk CPO itu menjadi sekitar US$ 699/Ton. Tidak hanya CPO, untuk produk turunan CPO berupa Olein pun dikenakan hal yang sama, yakni dari 15% menjadi 25%.

Cara yang ditempuh pemerintah India tersebut tentu saja bakal berdampak pada kinerja ekspor minyak sawit asal Indonesia, apalagi negara tetangga Malaysia, kerap intens juga melakukan kerjasama perdagangan dengan pemerintah India, kendati pasar minyak sawit India masih didominasi dari Indonesia.

Direktur Eksekutif the Solvent Extractors’ Association of India, B.V Mehta  berdalih,  pemerintah India mengambil sikap untuk menaikan tarif impor tersebut lantaran adanya kebijakan pajak ekspor minyak sawit yang diberlakukan oleh Indonesia, sehingga mempengaruhi impor minyak sawit ke India.

Sebab itu, B.V Mehta menyarankan agar pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk menurunkan pajak ekspor tersebut. Terlebih, India merupakan pasar yang potensial dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat. Saat ini menurutnya, konsumsi minyak sawit di India sudah mendekati 45% dari keseluruhan total konsumsi edible oil.

Jelas, kebijakan yang diambil pemerintah India tersebut bakal berdampak bagi ekspor minyak sawit ke India, sebab itu untuk menyerap berbagai masukkan dari pelaku bisnis di India mengenai produk sawit Indonesia, serta menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memenuhi permintaan minyak sawit di India yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

 Pemerintah Indonesia lewat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), bersama-sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mumbai, India pada pertengahan September lalu melaksanakan Indonesia–India Business Forum on Palm Oil di Mumbai, India.

Pada kesempatan itu, Duta Besar Indonesia untuk India Sidharto R. Suryodipuro mengungkapkan, India merupakan pasar penting CPO asal Indon

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img