img

PEREMAJAAN SAWIT RAKYAT PUN DIMULAI

Ekspose | 21 November 2017 , 06:13 WIB | Read : 1259 | Atep Yulianto Irawan
img

Saat menjelang Jumat (13/10) tengah malam justru disambut dengan gulitanya awan dan hujan yang terus mengguyur dengan deras, kondisi demikian tidak menjadi penghalang bagi upaya pelaksanaan acara peresmian kegiatan peremajaan kelapa sawit rakyat.

Bahkan para undangan dan peserta acara tersebut tetap semangat, tidak sedikit undangan yang datang dari Palembang menempuh perjalanan sedari tengah malam selama 3 jam menuju Desa Panca Tunggal, Kec. Sungai Lilin, Kab. Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Jumat itu kian keramat, lantaran pada hari itu menjadi titik awal bagi dilakukannya kegiatan peremajaan kelapa sawit rakyat, lewat dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Menurut penuturan Presiden RI, Joko Widodo, program peremajaan ini dilakukan mengingat produktivitas kelapa sawit rakyat di Indonesia masih tergolong rendah. Padahal berdasarkan potensi yang dimiliki, produktivitas perkebunan kelapa sawit seharusnya bisa mencapai 8 ton CPO per hektare dalam satu tahun. “Di Musi Banyuasin akan diremajakan 4.446 hektare kebun sawit yang sudah tua. Biayanya ditanggung oleh pemerintah. Bibitnya diberi, bibit untuk benih jagung, palawija juga diberi,” kata Joko Widodo, saat membuka acara Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat yang dihadiri InfoSAWIT.

Tidak itu saja, pada kesempatan itu pula, Joko Widodo memastikan, masalah lahan kebun kelapa sawit yang masuk dalam kawasan hutan akan diselesaikan dengan mengeluarkannya dari kawasan hutan.

Bahkan, sertifikat untuk kebun kelapa sawit milik rakyat pun sudah disiapkan pemerintah. “Sudah saya perintahkan untuk dikeluarkan dari kawasan hutan untuk diberikan sertifikat tapi khusus untuk kebun kelapa sawit milik rakyat,” tutur Joko Widodo.

Peremajaan kelapa sawit rakyat ini rencananya akan terus dilakukan ke wilayah lainnya di Indonesia, dimulai dari Sumatra Selatan, kemudian dilanjutkan provinsi lain di Sumatra, yakni Sumatra Utara, Jambi, dan Riau. Hanya saja untuk tahun ini Joko Widodo menghendaki untuk kosentrasi di Sumatera, lantas tahun depan baru ke Kalimantan.

Dengan dilakukannya peremajaan kelapa sawit rakyat ini harapannya produktivitas bisa meningkat, apalagi selama ini dite

. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img