img

Sawit Telah Membalik Nasib Masyarakat Desa Tepian Baru

Berita Lintas | 22 November 2017 , 06:43 WIB | Read : 1066 | Administrator
img

InfoSAWIT, JAKARTA - Awalnya masyarakat Desa Tepian Baru dirundung suram, masyarakatnya tidak memiliki pendapatan tetap, bercocok tanam pun semampunya. Namun selepas bermitra dengan Palma Serasih Group, kini kehidupan masyarakat mulai nampak lebih membaik.

Tahun 2002 silam, kondisi Desa Tepian Baru, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur tidak seperti saat ini. Kabarnya dulu, desa yang muncul akibat pemekaran wilayah di Kalimantan Timur hanya dihuni oleh sekitar 300 Kepala Keluarga (KK).

Kala itu Desa Tepian Baru masih menghadapi masa suram. Pada tahun tersebut, masyarakat Desa Tepian Baru tidak memiliki pendapatan tetap, untuk mencari nafkah juga tersa sangat sulit.

Kata Kepala Desa Tepian Baru,  Bahrudin (51), kendati kala itu masyarakat sudah diberikan lahan 2 ha dan lahan pekarangan. Namun masyarakat masing-masing melakukan budidaya tanaman semampunya. Kendati ada juga bantuan bibit sawit di tahun tersebut, tetapi petani yang harus menanamnya sendiri. Akibat belum ada kepastian dari berbudidaya sawit, banyak masyarakat yang tidak menanam bibit sawit itu.

Termasuk cara budidaya yang salah, mengakibatkan petani yang sudah menanam sawit pun hasilnya tidak maksimal. “Sehingga banyak lahan itu menjadi lahan tidur, untuk membudidayakan sawit pun kami tidak lagi memiliki kemampuan,” katanya.

Cerita Bahrudin, yang asal Nusa Tenggara Barat itu, sampai tahun 2003 belum ada perubahan di Desa Tepian Baru. Pendapatan masyarakat yang tak menentu, dan lahan yang tidak dipergunakan secara maksimal, membuat masa suram menjadi kian panjang.

Tahun 2004, akhirnya muncul tawaran kemitraan dari beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit. Sayangnya tawaran-tawaran tersebut tidak menarik minat masyarakat.

Sampai pada tahun 2008, muncul tawaran kemitraan dari PT Anugerah Energitama. “Saya melihat perusahaan ini serius, maka kami sepakat bermitra,” tutur Bahrudin, yang juga menjadi langganan sebagai Kepala Desa berprestasi semenjak 2010 itu.

Akhirya masa suram itu pun sedikit demi sedikit berlalu, lantaran setelah kemitraan perkebunan kelapa sawit dibangun tahun 2008 lalu, antara warga masyarakat Desa Tepian Baru dengan PT Anugerah Energitama, anak usaha Palma Serasih group, kondisi ekonomi masyarakat Desa Tepian Baru mulai jauh lebih membaik.

Jika dulu pendapatan per kapita Desa Tepian Baru hanya sekitar Rp 2 juta/bulan, dengan adanya kemitraan budidaya komoditas perkebunan, menjadi ada yang memiliki pendapatan hingga Rp 30 sampai Rp 40 juta per bulan.

Tidak hanya pendapatan masyarakat yang meningkat, usaha waralaba pun meningkat pesat di daerah tersebut, jika sebelumnya pendapatan dari usaha waralaba itu mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 25 juta per bulan, kini nilainya sudah mencapai miliaran rupiah.

Wajar bilaman saat ini perputaran uang di Desa Tepian baru sudah mencapai Rp 3 miliar per bulan. “Hasil kemitraan perkebunan sudah merubah secara ekonomi dan sosial, perubahan ini cukup luar biasa setelah tahun 2008,” kata Bahrudin.

Kondisi ini berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk Desa Tepian Baru yang sampai tahun 2014 naik sekitar 200% menjadi 911 KK. Penambahan penduduk itu tutur pemegang Kepala Desa Berprestasi tahun 2015, Bahrudin berasal dari bartambahnya pendatang dari luar desa. “Munculnya kemitraan perkebunan kelapa sawit dengan Palma Serasih group, telah memancing masyarakat datang ke Desa Tepian Baru,” tandas Bahrudin, belum lama ini kepada InfoSAWIT di kantornya, belum lama ini. (T2)

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store.

InfoSAWIT Store click here

Daftarkan email anda untuk mendapatkan berita infosawit terbaru.



Berita Terkait

Popular Post

img