Menggantang Pasar Minyak Sawit Berkelanjutan di Indonesia

oleh -2289 Dilihat
infosawit
Dok. InfoSAWIT
InfoSAWIT, JAKARTA – Bahkan saat Indonesia memproduksi 10,8 juta ton CSPO pada tahun 2021, konsumsi pasar CSPO hanya mencapai 484.200 ton pada tahun itu. “Potensi pasar minyak sawit berkelanjutan Indonesia, masih memiliki potensi besar untuk bertumbuh, sejalan dengan produksi CSPO yang terus bertambah,” ujar Deputy Director Market Transformation (Indonesia), RSPO yang baru, Mahatma Windrawan. ”Pasar minyak sawit berkelanjutan di Indonesia dapat didorong ke arah penggunaan consumer goods”. Senada dengan Windrawan, Indonesia Sustainability Lead for Wilmar International, Pujuh Kurniawan, menyampaikan bahwa komitmen Wilmar dalam menerapkan praktik-praktik Keberlanjutan (Sustainability) masih tetap konsisten dan terus dijalankan dengan mematuhi P&C RSPO, termasuk juga di dalamnya time bond plan (TBP) yang menjadi komitmen perusahaan. Kendati menghadapi situasi pandemic COVID 19, namun penerapan praktik-praktik Sustainability masih terus berlanjut.
BACA JUGA: Bisnis Sawit 2023: Menggantang Cuan Bisnis Minyak Sawit
“Terbukti, kami berhasil memperoleh sertifikat RSPO di dua (2) Pabrik Kelapa Sawit dan para pemasoknya selama periode 2020 hingga 2021. Salah satu pabrik tersebut berada di Indonesia dan yang satu lagi berada di Nigeria,” papar Pujuh dalam penjelasan tertulis kepada InfoSAWIT. Menurut Pujuh, Grup Wilmar Wilmar terus mendukung dan memperjuangkan produksi dan sumber minyak sawit berkelanjutan secara global, terutama di  indonesia di mana kami memiliki Commercial Footprint yang substansial. “Mengingat peran kami bukan hanya sebagai produsen terkemuka di dunia, tetapi juga terbesar di antara para konsumen minyak sawit, ada peluang besar untuk minyak sawit berkelanjutan serta Ecolabel terkait di Indonesia,” tambahnya. Permintaan produk bersertifikasi RSPO di Indonesia saat ini masih terbatas pada Produsen Barang Konsumen yang menjadi anggota RSPO, yang berkomitmen terhadap penyerapan RSPO dan memiliki operasi serta pasar di Indonesia. Disamping itu, saat ini keberlanjutan masih belum menjadi faktor kunci dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Oleh karena hal tersebut, sebagian besar produk Wilmar yang bersertifikasi RSPO ditujukan bagi pasar Global.
BACA JUGA: Kemendag Pastikan Kebijakan Rasio Hak Ekspor CPO Masih 8 Kali dari DMO
Grup Wilmar menegaskan bahwa ISPO, sebagai salah satu kepatuhan industri yang wajib di Indonesia, memainkan peran penting dalam mendorong produksi minyak sawit berkelanjutan di Indonesia yang sejalan dan saling melengkapi sertifikasi RSPO yang sifatnya sukarela, mengingat ISPO telah menjadi persyaratan wajib, serta memiliki jangkauan yang lebih luas daripada RSPO di Indonesia. Melalui pendekatan dan upaya penguatan ISPO secara progresif dan konsisten, ISPO berpotensi kuat mempromosikan produksi dan keberterimaan minyak sawit berkelanjutan di Indonesia di masa depan. (T1) Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Maret 2022

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.