Kabul Wijayanto: Sawit Selama Dua Dekade Dukung Ekonomi Indonesia 

oleh -2782 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/ Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Kabul Wijayanto, saat membuka acara FGD Industri Kelapa Sawit dengan tema "CPO Price & Economic Outlook 2023-2024," yang diadakan BPDPKS, Kamis, 14 September 2023, di Medan.

InfoSAWIT, MEDAN –  Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Kabul Wijayanto mengungkapkan, bahwa tahun 2023 telah menjadi tahun yang cukup menantang bagi perekonomian Indonesia.

Meskipun demikian, sektor kelapa sawit terus menjadi pendorong utama pertumbuhan dalam sektor perkebunan, yang pada gilirannya memberikan dampak positif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Menurutnya, pada Triwulan II 2023, PDB Indonesia mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,17%, naik dari 5,04% tahun sebelumnya.


“Dalam lebih dari dua dekade, kelapa sawit telah memberikan dukungan yang signifikan terhadap ekonomi Indonesia,” kata Kabul Wijayanto dalam acara Forum Group Discussion (FGD) Industri Kelapa Sawit dengan tema “CPO Price & Economic Outlook 2023-2024,” yang diadakan BPDPKS dihadiri InfoSAWIT pada Kamis, 14 September 2023, di Medan.

BACA JUGA: Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Naik Tipis, Terkerek Harga Minyak Kedelai Pada Kamis (14/9)

Lebih lanjut kata Kabul menjelaskan, bahwa saat ini sektor kelapa sawit di Indonesia telah melibatkan 2,4 juta petani swadaya dan 16 juta tenaga kerja.

Sementara harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) CIF Rotterdam pada Agustus 2023 mencapai US$ 962 per metrik ton, atau mengalami penurunan sebesar US$ 43 per metrik ton dibanding harga Juli 2023 yang mencapai US$ 1.004 per metrik ton.

Tak hanya itu, Kabul juga mengungkapkan bahwa harga rata-rata Tandan Buah Segar (TBS) yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah di tiga provinsi, yaitu Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Barat, pada bulan Agustus 2023 mencapai Rp 2.390 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar Rp 30 per kilogram dari rata-rata harga TBS di bulan Juli 2023 yang hanya sebesar Rp 2.359 per kilogram.

BACA JUGA: BRICS Buka Peluang Perdagangan Minyak Kelapa Sawit Lebih Adil

Lantas, volume ekspor kelapa sawit pada tahun 2022 mencapai 36,88 juta metrik ton, sementara hingga Juli 2023, volume ekspor mencapai 19,6 juta metrik ton. “Kebijakan pungutan ekspor yang diterapkan telah berhasil mendorong hilirisasi industri kelapa sawit, dengan komposisi ekspor CPO (produk mentah) yang terus menurun, sementara produk hilir/Refined terus meningkat,” katanya.

Dalam konteks Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), telah disalurkan dana sebesar Rp 8,18 triliun yang melibatkan 130.032 pekebun dengan luasan mencapai 295.545 hektar. Kabul mengakui bahwa penurunan capaian kinerja program PSR terutama disebabkan oleh kendala-kendala seperti lokasi lahan yang tidak memenuhi persyaratan, misalnya lahan itu mesti tidak berada di kawasan hutan, kawasan lindung gambut, dan tidak berada di lahan Hak Guna Usaha (HGU). (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com