Aksi Protes Warga Pulo Padang: Menganggap Pabrik Sawit Cemari Lingkungan

oleh -1245 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infoSAWIT
Dok. Istimewa/Sejumlah masyarakat melakukan protes atas kegiatan pabrik sawit PPSP, yang danggap mencemari lingkunngan.

InfoSAWIT, LABUHANBATU – Sebuah aksi protes yang dilakukan seorang perempuan dengan mengangkat poster bertuliskan “Kami Mau Sehat, Tidak Dicemari PT PPSP” saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, pada Jumat (15/3), menjadi viral di media sosial. Namun, aksi ini diakhiri oleh tindakan oknum yang tidak diketahui yang memaksa menurunkan poster tersebut.

Aksi tersebut dilakukan oleh masyarakat di Kelurahan Pulo Padang, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, menunjukkan kegelisahan mereka terhadap aktivitas pabrik sawit milik PT Pulo Padang Sawit Permai (PPSP) yang telah mencemari lingkungan mereka. Pabrik sawit tersebut berdiri dekat dengan permukiman masyarakat, menyebabkan polusi, bau, dan kebisingan yang mengganggu.


Dilansir VOA, Sri Hasibuan, seorang warga Pulo Padang, juga menyampaikan kekhawatiran yang sama, terutama karena pabrik sawit tersebut berdiri sangat dekat dengan permukiman dan sekolah. Dia mengungkapkan bahwa aksi penolakan terhadap kehadiran pabrik sawit telah dilakukan sejak 2017, tetapi belum membuahkan hasil yang memuaskan. Bahkan, pabrik sawit ini telah melanggar beberapa aturan, termasuk Peraturan Menteri Perindustrian No 40 Tahun 2016 tentang Pedoman Teknik Pembangunan Kawasan Industri.

BACA JUGA: Tim Gabungan Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Pelalawan, Riau

Pada saat ini, pabrik sawit tidak beroperasi setelah masyarakat melakukan pengadangan terhadap truk bermuatan bahan baku yang akan diolah. Namun, penghentian aktivitas pabrik hanya bersifat sementara karena pabrik tersebut kemudian kembali beroperasi setelah beberapa waktu.

Masyarakat Pulo Padang bahkan telah melakukan gugatan class action terkait dengan kehadiran pabrik sawit tersebut, namun upaya ini juga tidak memberikan solusi bagi mereka yang terdampak polusi dari pabrik sawit tersebut.

Menurut Juniaty Aritonang dari Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatra Utara (BAKUMSU), pabrik sawit milik PT PPSP telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 3 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2015-2035.

BACA JUGA: Perusahaan Besertifikat ISPO di Kaltim Baru 100 Perusahaan dari 303 Perusahaan Sawit Besar

Di sisi lain, manajer dari PT PPSP, Hernowo, mengklaim bahwa hanya sedikit warga yang tidak setuju dengan operasi pabrik sawit, sementara pihaknya telah mengantongi izin resmi untuk beroperasi.

Meskipun pihak PT PPSP telah melakukan upaya untuk mengurangi dampak lingkungan negatif, seperti memasang alat penangkap sisa abu pembakaran dan mengurangi suara bising, kekhawatiran dan keluhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama. Mediasi antara PT PPSP dan masyarakat pada November 2023 tidak berhasil mencapai kesepakatan, PT PPSP menawarkan solusi dengan menjadikan sekolah di sekitar pabrik kedap suara. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com