Integrasi Hulu-Hilir dan Inovasi Teknologi Jadi Kunci Pengembangan Industri Sawit Nasional

oleh -960 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Tangkapan layar/ Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI), Kacuk Sumarto.

InfoSAWIT, JAKARTA – Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI), Kacuk Sumarto, menyatakan bahwa pengembangan industri kelapa sawit membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, termasuk mesin, peralatan, dan bahan tambahan lainnya. Dalam proses produksi di pabrik kelapa sawit (PKS), tidak hanya mesin dan peralatan utama yang penting, tetapi juga mesin pembantu dan sparepart untuk memastikan kelancaran operasional.

Kacuk menekankan pentingnya dukungan dari sumber daya manusia (SDM) yang terampil, tata kelola yang baik, serta logistik yang memadai dan terjangkau. “Struktur infrastruktur sering kali tidak memadai, yang mengakibatkan kesulitan dalam tata kelola,” ujar Kacuk dalam webinar dihadiri InfoSAWIT, Kamis (11/7/2024). Hal ini mencakup juga ketersediaan listrik yang stabil dan terjangkau.

Selain infrastruktur dan SDM, Kacuk mengungkapkan pentingnya kebijakan dan peraturan yang mendukung. Kondisi finansial dan pemasaran yang baik juga diperlukan untuk mendukung keseluruhan proses bisnis. Pada tahun 2022, industri ini menghadapi tantangan terkait kebijakan yang mempengaruhi operasional PKS secara keseluruhan. “Kebijakan yang hanya mencakup satu bagian dari proses dapat mempengaruhi seluruh proses bisnis kelapa sawit,” tambahnya.

BACA JUGA: BPDPKS Diberi Tugas Tambahan Guna Revitalisasi Kakao dan Kelapa

Kacuk menjelaskan bahwa integrasi hulu dan hilir dalam industri kelapa sawit harus dilakukan secara menyeluruh. “Integrasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap tahapan dalam proses produksi saling mendukung dan menghasilkan produk berkualitas tinggi,” jelasnya. Pemikiran mengenai integrasi hulu dan hilir ini melibatkan berbagai aspek mulai dari kebun hingga pabrik pengolahan.

Sebagai bagian dari upaya inovasi, PKS kini sedang menguji coba proses demineralisasi. Proses ini bertujuan untuk menghasilkan minyak sawit mentah (CPO) premium yang stabil kualitasnya meskipun disimpan dalam jangka waktu lama. “Dengan proses demineralisasi, kadar asam lemak dalam CPO tidak akan meningkat meskipun disimpan selama berbulan-bulan,” terang Kacuk. Inovasi ini diharapkan dapat mengatasi masalah stabilitas produk yang saat ini dihadapi industri kelapa sawit.

BACA JUGA: Ombudsman RI bersama KLHK Bahas Langkah Pencegahan Mal-Administrasi di Sawit

Kacuk Sumarto menekankan perlunya inovasi berkelanjutan dan peningkatan integrasi hulu-hilir dalam industri kelapa sawit untuk menghadapi tantangan masa depan. “Inovasi dan integrasi yang baik akan memastikan industri ini tetap kompetitif dan berkelanjutan,” tutupnya. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com