Solidaridad Dorong Pertanian Regeneratif untuk Atasi Stagnasi Produktivitas Sawit Rakyat

oleh -3.999 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Solidaridad menekankan bahwa tanah harus dipandang sebagai ekosistem hidup yang menopang produktivitas jangka panjang.

InfoSAWIT, KUBU RAYA — Stagnasi produktivitas kebun sawit rakyat menjadi tantangan serius yang dihadapi petani swadaya di berbagai daerah. Menjawab persoalan tersebut, Solidaridad Indonesia hadir dalam ajang Indonesian Palm Oil Smallholders Conference (IPOSC) & Expo 2025 dengan membawa solusi berbasis sains: pertanian regeneratif.

Mengusung tema “Sinergitas Pemangku Kepentingan Mengatasi Stagnan Produktivitas Sawit Rakyat”, konferensi terbesar di Kalimantan Barat ini menjadi ruang bagi Solidaridad untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan dan teknologi yang kerap dihadapi petani swadaya.

“Stagnasi produktivitas bukanlah isu yang bisa diselesaikan dengan solusi jangka pendek,” tegas Yeni Fitriyanti, Country Manager Solidaridad Indonesia, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Minggu (28/9/2025). “Ketergantungan pada input kimia tanpa pemulihan kesehatan tanah hanya akan menimbulkan lingkaran masalah baru. Investasi terbaik yang bisa dilakukan petani adalah menjaga kesehatan tanah sebagai sumber kehidupan mereka.”

BACA JUGA: Poltek CWE Wisuda 166 Lulusan, Siap Menjadi Profesional Sawit Siap Kerja

Melalui sesi bertajuk “Inovasi Pupuk Hayati dan Kompos sebagai Pondasi Pertanian Regeneratif untuk Produktivitas Sawit Berkelanjutan”, Solidaridad menekankan bahwa tanah harus dipandang sebagai ekosistem hidup yang menopang produktivitas jangka panjang. Dengan praktik regeneratif, petani dapat meningkatkan kesehatan tanah, memperkuat ketahanan kebun terhadap perubahan iklim dan hama, sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

 

Solusi Nyata di Lapangan

Solidaridad mendorong petani untuk mempraktikkan tumpang sari (intercropping) dengan menanam jagung, kacang-kacangan, atau hortikultura di sela sawit muda. Cara ini terbukti memberi pendapatan alternatif, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta memperbaiki ekosistem tanah.

Selain itu, Solidaridad juga membuka booth edukatif di arena konferensi, menghadirkan informasi praktis seputar praktik pertanian regeneratif, pembuatan pupuk organik cair (POC), hingga literasi keuangan untuk manajemen kebun.

BACA JUGA: Komisi Eropa Kaji Penundaan Penerapan EUDR Hingga 2026 Karena Masalah Sistem IT

Sejak 2012 hingga 2024, Solidaridad telah melatih lebih dari 19.785 petani sawit swadaya di Kalimantan Barat yang tersebar di 10 kabupaten dan 425 desa. Tahun ini, Solidaridad menargetkan tambahan pelatihan untuk sekitar 9.000 petani melalui Sekolah Lapangan (SL) yang membahas good agricultural practice (GAP), best management practice (BMP), hingga kolaborasi multipihak (MSP).

Dengan rekam jejak panjang tersebut, Solidaridad menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas petani sawit swadaya, bukan hanya agar produktivitas meningkat, tetapi juga agar petani mampu membangun kebun yang tangguh dan ramah lingkungan.

IPOSC 2025 sendiri dihadiri lebih dari 1.000 peserta, mulai dari petani, perusahaan perkebunan, koperasi, pemerintah pusat dan daerah, hingga organisasi masyarakat sipil, menegaskan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan dalam menjawab stagnasi produktivitas sawit nasional. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com