infosawit

FGV Adopsi MPC Untuk Memperkuat Perkebunan dan Pabrik kelapa Sawit-nya



FGV Adopsi MPC Untuk Memperkuat Perkebunan dan Pabrik kelapa Sawit-nya

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR - FGV Holdings Berhad (FGV) melanjutkan agenda transformasi melalui pengenalan proyek Model Plantation Concept (MPC), khususnya, untuk perkebunan dan pabrik kelapa sawit-nya secara nasional.

Proyek MPC adalah inisiatif sistematis baru untuk memperkuat, membakukan, dan mempertahankan praktik terbaik dalam operasioal perkebunan dan pabrik kelapa sawit.

Dengan menetapkan standar operation prosedur (SOP) baru untuk operasi dan praktik pertanian, pemrosesan dan pembuatan, peningkatan kepatuhan terhadap kebijakan Keselamatan, Kesehatan & Lingkungan Kerja, mengoptimalkan sumber daya manusia, peningkatan kualitas perumahan karyawan, dan penggunaan teknologi serta ICT.

Dimulai pada 2019, proyek percontohan dilakukan di perkebunan kelapa sawit Tembangau 6 di Pahang dan Besout pabrik kelapa sawit di Perak diikuti oleh perkebunan Maokil 07 dan pabrik kelapa sawit Maokil di Johor, yang akan menjadi model bagi perkebunan dan pabrik lain pada penerapan fase berikutnya.

Proyek MPC telah menunjukkan keberhasilan, ditunjukkan oleh beberapa sertifikasi yang diterima oleh dua perkebunan dan dua pabrik kelapa sawit skim Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Malaysia (MSPO) dan QE/5S Quality Environmental Practice (QE /5S) Produktivitas korporasi Malaysia.

Chief Executive Officer FGV Group, Dato ’Haris Fadzilah Hassan mengatakan, salah satu tantangan operasional FGV adalah beragamnya 197 perkebun sawit dan 68 pabrik kelapa sawit dalam hal ukuran, biaya operasi, fasilitas, dan kemampuan tenaga kerja. Melalui implementasi proyek MPC, standardisasi optimal dapat dicapai, menghasilkan peningkatan produktivitas dan pemangkasan biaya.

"Misalnya, pabrik kelapa sawit Maokil, yang telah beroperasi selama 29 tahun, telah berhasil menunjukkan produktivitas yang meningkat, menghasilkan tingkat ekstraksi minyak hingga 20,74% pada 2019 dibandingkan tahun 2018 hanya mencapai 19,86%," kata Haris Fadzilah dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Jumat (3/7/2020).

Lebih lanjut tutur Haris Fadzilah, melihat keberhasilan di Maokil, pihaknya meyakini bahwa proyek MPC akan menjadi katalis untuk transformasi rencana bisnis perusahaan. FGV akan mengimplementasikan proyek MPC secara bertahap.

“Fase berikutnya akan berada di Pabrik karet Palong 8 di Negeri Sembilan, kilang produk minyak Delima di Johor, pabrik kelapa sawit Embara Budi, dan perkebunan Sahabat 11 di Sabah, ” tandas Haris Fadzilah. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit