infosawit

Ekspor Minyak Sawit (CPO) Indonesia Mei 2020 Melorot 8,3%



Ekspor Minyak Sawit (CPO) Indonesia Mei 2020 Melorot 8,3%

InfoSAWIT, JAKARTA – Merujuk informasi dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), terjadinya penurunan ekspor terutama terjadi pada refined palm oil yang secara umum disebabkan oleh selisih harga minyak sawit dengan minyak kedelai yang semakin tipis.

Penurunan ekspor bulan Mei terbesar terjadi dengan tujuan China sebesar 87,7 ribu ton (-21%), ke Uni Eropa sebesar 81,5 ribu ton (-16,62%), ke Pakistan sebesar 47 ribu ton (-23,4%) dan ke India sebesar 38,6 ribu ton (-9,2%).

Penurunan ekspor ke China mungkin juga disebabkan meningkatnya crushing oilseed (khususnya kedelai) yang cukup besar sehingga pasokan minyak nabati China tinggi.

“Meskipun terjadi penurunan ekspor ke beberapa negara, ada beberapa negara tujuan ekspor yang menunjukkan kenaikan seperti Mesir dengan 42 ribu ton atau naik 81% dari ekspor April 2020, Ukraina dengan 31 ribu ton (+99%), Filipina dengan 29 ribu ton (+73%), Jepang dengan 19 ribu ton (+35%) dan ke Oman engan 15 ribu ton (+85%),” tutur Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Kamis (9/7/2020).

Demikian juga dengan nilai ekspor tercatat turun US$ 165 juta dari US$ 1,64 miliar menjadi US$ 1,47 miliar. Sementara bila dibandingkan periode Januari-Mei 2019, produksi CPO dan PKO Januari-Mei 2020 adalah 19.001 ribu ton atau 14% lebih rendah, konsumsi dalam negeri mencapai 7.334 ribu ton atau naik 3,6 %, volume ekspor adalah 12.736 ribu ton atau turun 13,7% tetapi nilai ekspornya naik dari US$ 7.995 juta menjadi US$ 8.437 juta.

Sementara harga CPO tercatat masih menunjukkan penurunan dari rata-rata US$ 564/ton pada bulan April menjadi US$ 526/ton CIF Rotterdam pada bulan Mei. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit