infosawit

Menyeimbangkan Perlindungan Hutan dan Pengembangan Kelapa Sawit



Menyeimbangkan Perlindungan Hutan dan Pengembangan Kelapa Sawit

Pengembangan perkebunan kelapa sawit kerap dituding merusak hutan, namun pembukaan hutan faktanya tidak melulu untuk pengembangan sawit. Perluasan wilayah dan pengembangan komoditas lain lebih berkontribusi pada hilangnya tutupan hutan. Namun demikian keseimbangan perlindungan hutan dan pengembangan sawit tetap perlu dilakukan.

Pada 21 Maret 2020, dunia merayakan Hari Hutan Internasional, serta menjadi peringatan kedelapan sejak ditetapkan oleh PBB pada tahun 2012 lalu. Pengakuan atas peran hutan guna memelihara kehidupan ekosistem kian terdengar. Namun penggundulan hutan tetap menjadi tantangan bagi dunia.

Deforestasi di wilayah tropis dan sebagian wilayah utara di dunia didorong oleh konversi lahan untuk ekspansi pertanian dan peternakan, logging, dan pengembangan wilayah perkotaan. Dimana, definisi hutan bervariasi di setiap belahan dunia dengan lebih ketat diterapkan di wilayah tropis lantaran kekayaan keanekaragaman hayati dan alasan penyerapan karbon.

Konversi hutan sejatinya telah dilakukan manusia semenjak dulu namun mampu memelihara keragaman hayati disaat mencari sumber daya alam yang berharga. Namn demikian tekanan pada hutan semakin tinggi ketika industrialisasi dan pertumbuhan populasi manusia menempati ruang tersebut. Konversi hutan ibarat dua sisi mata uang, satu sisi mencerminkan tekanan pada lingkungan, sementara di pihak lain membuka jalan bagi pembangunan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan konsumsi manusia. Tantangannya tetap ada, bagaimana menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dan sosial, dan pada saat yang sama melestarikan hutan.

Salah satu masalah pembukaan hutan yang paling banyak dibicarakan dan diperdebatkan adalah pengembangan kelapa sawit berakibat penggundulan hutan hujan di wilayah tropis, padahal riwayat perusakan hutan telah terjadi di wilayah bagian utara di dunia yang ditempati negara-negara maju.

Mari lihat luasan hutan yang tersisa di negara-negara penghasil kelapa sawit yang lebih banyak berada di garis khatulistiwa, dibandingkan wilayah Uni Eropa yang berada di bagian utara dunia, dimana minyak nabati lainnya dan ternak dibudidayakan secara luas...

Penulis: Dupito D. Simamora / Wakil Direktur Eksekutif CPOPC dan Hijjaz Sutriadi / Konsultan di CPOPC

Lebih Lengkap Baca Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Mei 2020

 

 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit