infosawit

Pandemi Bisa Gulung Ekonomi Petani Sawit Swadaya



Pandemi Bisa Gulung Ekonomi Petani Sawit Swadaya

InfoSAWIT, JAKARTA - Merebaknya isu penutupan pabrik kelapa sawit di Rokan Hulu (Rohul) provinsi Riau belum lama ini menjadi salah satu kekhawatiran terbesar petani kelapa sawit disaat wabah Covid-19 melanda bumi lancang kuning tersebut.

Alasan kekhawatiran petani dan buruh sawit penutupan pabrik kelapa sawit adalah wajar, terlebih mereka lebih banyak bergantung hidup dari pekebunan kelapa sawit. Jika tidak bisa menjual buah sawit atau berkerja di kebun sawit jelas tidak akan ada penghasilan. Ditambah para pekebun dan buruh tak memiliki tambahan pendapatan dari sektor lain.

Dikatakan Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Rohul, Yusro Fadly, petani sempat gaduh paska terdapat satu orang positif terkena Covid-19 di Rohul, namun demikian Pemerintah Daerah Rohul langsung menerbitkan surat edaran untuk memastikan bahwa pabrik kelapa sawit yang ada di Rokan Hulu tetap beroperasi kendati ada wabah covid-19. Hanya saja tetap dilakukan tindakan waspada dengan menerapkan kebijakan yang sedapat mungkin memperkecil dampak negatif ekonomi ditingkat masyarakat.

Untuk saat ini Rohul tercatat sebagai kabupaten dengan perkebunan sawit terluas di Provinsi Riau, mencapai sekitar 535 ribu ha, dengan jumlah pabrik kelapa sawit sebanyak 46 unit. “Kekhawatiran petani kita kalau pandemi ini berlanjut, maka kota Dumai bisa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga tidak ada kegiatan ekspor minyak sawit dan cangkang,” katanya dalam Diskusi yang selenggarakan Persatuan Organisasi Petani Kelapa Sawit (POPSI), via online diikuti InfoSAWIT, akhir April 2020 lalu. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT cetak edisi Mei 2020


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit