infosawit

“Angkong APKSM” Terbit, Perkuat Kemampuan Budidaya Petani Sawit Swadaya



“Angkong APKSM” Terbit, Perkuat Kemampuan Budidaya Petani Sawit Swadaya

InfoSAWIT, JAKARTA – Pendidikan diyakini menjadi salah satu jalan menuju kesuksesan. Peribahasa ini disadari oleh para petani kelapa sawit swadaya yang tergabung di Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM). Harapannya lewat pendidikan, petani kelapa sawit swadaya anggota APKSM, bisa berubah dari petani sawit konvesional  menjadi petani yang unggul dalam membudidayakan komoditas kelapa sawit.

“Pada akhirnya, melalui praktik budidaya berkebun yang baik akan meningkatkan hasil produksi sehingga perekonomian petani sawit swadaya menjadi lebih baik,” tutur Manager ICS APKSM, YB Zainanto Hari Widodo, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Biasanya program pendidikan bagi petani swadaya diberikan dalam pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh APKSM. Namun dengan adanya pembatasan sosial sebagai dampak dari pandemi Covid-19, cara demikian tidak dapat dilaksanakan. 

Untuk itu, pihak APKSM berupaya untuk tetap memberikan pengetahuan budidaya kelapa sawit bagi anggotanya, melalui buletin untuk anggota yang bernama “Angkong APKSM”. Angkong APKSM ini kependekan dari “Alat Komunikasi Anggota APKSM”, yang mana telah diluncurkan perdana pada 16 Juli 2020 lalu.

Diungkapkan YB Zainanto Hari Widodo atau acap dipanggil Widodo, artikel yang diterbitkan di dalam buletin ini akan meliputi informasi mengenai Kegiatan APKSM, laporan produksi bulanan, laporan keuangan penggunaan dana sertifikasi serta beberapa standar operasional prosedur (SOP) yang perlu diketahui oleh anggota. “Edisi perdana ini selain berisi artikel pembentukan kelompok perduli api, juga artikel lain yang membahas sop pendaftaran anggota baru, update pencatatan petani, audit internal dan audit eksternal,” catat Widodo.

Hadirnya Buletin ini diharapkan menjadi media komunikasi bagi seluruh Pengurus dan ICS (Internal Control System) kepada anggota, sehingga anggota semakin paham arah perkembangan dari asosiasi maupun sarana pelatihan bagi anggota, sehingga bisa semakin meningkat kemampuannya dalam melaksanakan Prinsip dan Kriteria Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Kata Widodo, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak teknologi dan media sosial yang bisa digunakan, namun terdapat kendala diantaranya sinyal dan teknologi yang belum bisa diakses oleh semua anggota. Untuk itu buletin ini dibuat dan dibagikan kepada seluruh anggota.

Sekadar informasi, APKSM merupakan organisasi petani sawit swadaya yang berlokasi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dengan pendamping PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk.,  asosiasi ini berdiri bulan Mei tahun 2019 lalu dan pada bulan Okteber pada tahun yang sama telah menerima sertifikat RSPO.

Hingga saat ini APKSM beranggotakan 350 petani sawit swadaya dengan luas lahan yang telah tersertifikasi seluas 750 hektar. Pada tahun ini telah menambah anggota baru dan rencananya akan memperluas lahan sertifikasi menjadi seluas 1.000 hektar. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit