infosawit

Industri Sawit Malaysia Rugi RM 7,5 Miliar/Tahun Akibat Pembekuan Pekerja Asing



Ilustrasi pekerja sawit
Industri Sawit Malaysia Rugi RM 7,5 Miliar/Tahun Akibat Pembekuan Pekerja Asing

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Sebelumnya Menteri Sumber Daya Manusia, Malaysia, M Saravanan mengumumkan pembekuan penerimaan tenaga kerja asing akan berlaku hingga akhir tahun. Alasan dibalik kebijakan ini untuk mengurangi jumlah pekerja asing serta memprioritaskan penduduk lokal untuk mengisi pekerjaan yang ada.

Di Malaysia, tercatat ada sekitar dua juta pekerja asing legal. Sektor manufaktur mempekerjakan jumlah pekerja asing terbanyak, diikuti oleh konstruksi dan perkebunan kelapa sawit.

Kebijakan ini sejatinya telah dikritisi sektor perkebunan kelapa sawit di Malaysia, bahkan sebelum munculnya pandemi Covid-19, sektor inustri seperti konstruksi dan perkebunan kelapa sawit sudah mengalami kekurangan tenaga kerja, namun demikian kebijakan pembekuan tersebut ditengarai bakal memperburuk situasi.

CEO Asosiasi Minyak Kelapa Sawit Malaysia (MPOA), Datuk Nageeb Wahab menyatakan, perkebunan kelapa sawit di Malaysia kehilangan hingga 25% dari potensi hasil minyak sawitnya, karena kekurangan tenaga kerja, dan kondisi ini diperkirakan akan terus memburuk untuk beberapa bulan mendatang.

Lebih lanjut tutur Nageeb, industri kelapa sawit Malaysia berpotensi kehilangan pendapatan tahunan sekitar RM 7,5 miliar, bila pertumbuhan rata-rata mencapai 15%, setara dengan tiga juta ton minyak sawit mentah, dengan harga rata-rata RM 2.500 per ton.

Untuk saat ini, kata Nageeb, sektor perkebunan kelapa sawit akan mengatasi kekurangan pekerja dengan mempekerjakan kembali pekerja umum yang dimaksudkan untuk pekerjaan pemeliharaan lainnya untuk membantu pengumpulan buah.  "Namun, itu tidak cukup, dan sebagian besar [perusahaan perkebunan] harus hidup dengan kerugian besar," katanya dikutip The Edge Markets.

Sementara itu bila kebijakan pembekuan perekrutan tenaga kerja asing mulai dicabut dan pekerja mulai dipekerjakan kembali dan dilatih, paling tidak sektor ini akan membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk kembali ke kondisi normalnya. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit