infosawit

Catur Program Astra Agro Untuk SAD



Catur Program Astra Agro Untuk SAD

InfoSAWIT, JAKARTA - Suku Anak Dalam merupakan salah satu suku yang masih belum merasakan kehidupan modern. Mereka hidup di Taman Nasional Bukit Dua Belas yang disediakan khusus untuk tempat tinggal mereka. Perusahaan kelapa sawit PT Sari Aditya Loka (PT  SAL), anak usaha Grup Astra Agro, yang berdampingan dengan Taman Nasional, sebagai Corporate Social Responsibility (CSR), berupaya untuk terus berharmoni dengan suku anak dalam.

Terdapat 4 program besar PT SAL untuk orang rimba. Program tersebut adalah program Pendidikan, Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Kesehatan.

 

Pendidikan

Perlu upaya serius untuk meyakinkan Suku Anak Dalam (SAD) untuk mau belajar. Budaya yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya sedikit menjadi hambatan. Namun, berbagai upaya dilakukan agar anak-anak mau belajar. “Segala macam upaya kita kerjakan demi pendidikan mereka,” tutur Community Development Officer PT SAL, Thresa Jurenzy. Melanjutkan program tahun 2009, PT SAL membangun sebuah sekolah lagi pada tahun 2011 dengan nama PAUD Nurul Ikhlas.

Lama kelamaan, dengan upaya pendekatan yang terus dilakukan, anak-anak SAD mulai mau bersekolah. “Salah satu SAD menjadi guru. Beliau juga yang menjadi jembatan yang baik untuk pendidikan anak-anak SAD,” lanjutnya. “Kami memfasilitasi pendidikan SAD mulai dari pembangunan sekolah, pakaian, buku, biaya guru, sampai dengan makan anak-anak,” ungkap Thressa. Tidak ada biaya sedikitpun yang dibebankan kepada SAD. Dengan demikian, diharapkan SAD bisa mendapatkan pendidikan yang baik tanpa harus berpikir tentang biaya pendidikan. Hingga saat ini, sudah dikembangan 11 unit sekolah untuk SAD baik yang berupa sekolah biasa maupun sekolah yang berada di dalam hutan di Taman Nasional Bukit Dua Belas.

PT SAL juga membangun asrama yang dipersiapkan untuk anak-anak SAD menjalani sekolah formal. Sementara untuk sekolah formal, anak-anak SAD disediakan beasiswa. Semua biaya pendidikan ditanggung oleh PT SAL. Termasuk juga monitoring perkembangan pendidikan mereka. Saat ini CSR Pendidikan PT SAL dirasakan oleh 345 siswa. “Tiga Orang kami sekolahkan di Jogjakarta dengan beasiswa,” pungkasnya.

 

Ekonomi

Tidak berhenti disitu, PT SAL kemudian mengembangkan program pendampingan untuk meningkatkan pendapatan SAD. Beberapa program yang telah dijalankan semisal hortikultura, peternakan, sampai dengan perikanan telah dilaksanakan. Beberapa peserta program juga telah berhasil mengembangkan usahanya sepeti Tumenggung Tarib yang berhasil mengembangkan budidaya lele. Sebagian SAD lagi masih terus berusaha mengembangkan usahanya.

Terbit pada Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Juli 2020


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit