infosawit

Sawit Tangani Dampak dan Memutus Covid-19



Sawit Tangani Dampak dan Memutus Covid-19

Sejak pertama kali diumumkan orang yang terpapar virus corona (covid-19), pada Maret 2020 lalu, kini orang yang terinfeksi pandemi tersebut per 26 April 2020 telah mencapai 8.882 orang positif terkena covid-19, dimana 7.032 orang dalam perawatan, dinyatakan sembuh mencapai 1.107 orang dan meninggal sebanyak 743 kasus.

Sebaran virus ini juga telah berada di 34 provinsi di Indonesia mencakup 282 kabupaten/kota, dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dimana provinsi yang ada di Pulau Jawa masih mendominasi sebaran covid-19, namun demikian provinsi sentra perkebunan kelapa sawit pun mulai terpapar covid-19.

Misalnya saja Sulawesi Selatan terkonfirmasi ada 440 positif Covid-19 dengan sebanyak 99 orang sembuh dan meninggal 36 kasus. Lantas Kalimantan Selatan terkonfirmasi sebanyak 146 positif Covid-19, sembuh 10 orang dan 6 kasus meninggal. Sumatera Selatan terkonfirmasi sekitar 129 orang positif Covid-19, sembuh 18 orang dan 3 meninggal.

Demikian juga Sumatera Utara terkonfirmasi ada 111 orang positif Covid-19, sembuh 21 orang dan meninggal 12 orang. Kalimantan Timur terkonfirmasi sebanyak 105 orang positif Covid-19, sembuh 11 orang dan 1 kasus meninggal. Kalimantan Tengah terkonfirmasi ada 104 orang positif Covid-19, sembuh 9 orang dan meninggal 4 orang. Termasuk beberapa provinsi sentra perkebuna kelapa sawit lainnya tercatat terkonfirmasi ratusan orang positif terpapar Covid-19.

Kendati angkanya masih tercatat ratusan -terkecuali provinsi Sulawesi Selatan paling banyak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19- bukan berarti pelaku perkebunan kelapa sawit lantas diam. Apalagi perkebunan kelapa sawit adalah sektor yang masuk dalam kategori padat karya, atau banyak mempekerjakan orang dengan areal yang cukup luas.

Sebab itu pada akhir Maret 2020 lalu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), mengeluarkan Protokol Melawan Corona (Covid-19), dimana dalam protokol tersebut menyebut seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit anggota GAPKI mengajak untuk proaktif melakukan upaya pencegahan  penularan  melaui isolasi mandiri, menghindari interaksi dengan keramaian/kerumunan dan upaya  pencegahan lainnya seperti penggunaan masker dan wajib cuci tangan.

Dengan adanya protokol melawan covid-19 yang diterbitkan GAPKI harapannya bisa menjadi panduan bagi perkebunan kelapa sawit anggota GAPKI dalam upaya memutus sebaran covid-19 di perkebunan kelapa sawit.

 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit