infosawit

Menggantang Untung Integrasi Sawit - Sapi



Menggantang Untung Integrasi Sawit - Sapi

Perkebunan kelapa sawit merupakan sektor usaha strategis bagi masyarakat di Indonesia, lantaran bisa memberikan hasil yang cukup bagi pendapatan petani.

Petani plasma yang ikut dalam program Perkebunan Inti-Rakyat (PIR) mendapatkan 2 ha kebun sawit setiap kepala Keluarga (KK) nya, sedangkan pola Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) akan mendapat 1-2 ha tergantung lahan yang tersedia dimana kebunnya akan dibangun oleh kebun Inti, lantas akan diserahkan kepada petani plasma setelah 48 bulan dengan mendapat fasilitas kredit dari Bank kepada petani plasma. Sementara perusahaan Inti sebagai penjamin kredit kepada Bank pemberi pinjaman.

Hasil produksi kelapa sawit ini akan dipotong 30% untuk pembayaran kredit kebun tersebut kepada Bank sampai lunas.

Akibat hasil kebun sawit plasma yang pas-pasan untuk kebutuhan hidup petani plasma, maka para petani melakukan usaha tambahan yang bisa memberikan hasil lumayan guna meningkatkan kehidupan petani.

Diantaranya adalah beternak sapi di kebun sawit plasma yang telah mereka miliki. Areal kebun kelapa sawit plasma ini merupakan alternatif pengembangan kawasan baru untuk pemeliharaan sapi.

Usaha peternakan dikebun sawit ini dikenal dengan istilah, Integrasi Kebun Sawit dengan Sapi. Saat ini tidak banyak perusahaan perkebunan sawit yang melakukan pembinaan terhadap program integrasi Kebun Sawit dan Sapi ini. Tetapi di kebun-kebun plasma milik petani hal ini telah diterapkan secara mandiri oleh petani.

Beberapa petani mendapat bantuan sapi unggul dari pemerintah daerah dan perusahaan besar kepada kelompok tani, dimana jika sapi yang dipelihara mempunyai anak sapi maka anak sapi tersebut menjadi milik petani pemelihara pertama, kemudian pemeliharaan selanjutnya diserahkan kepada petani lain yang berminat. Jika kemudian sapi tersebut kembali beranak maka anak sapi akan menjadi milik petani pemelihara sapi, demikian seterusnya sampai sapi induk tersebut dihibahkan oleh pemerintah atau perusahaan besar tersebut kepada kelompok dan menjadi milik kelompok tani tersebut. (Ahmad Hulaimi/Praktisi  Perkebunan  Kelapa Sawit/ Regional Head Di Perkebunan Kelapa Sawit Swasta)


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit