infosawit

Dukung Pengurangan Emisi GRK, DSNG Uji Coba Bio-CNG Plant dI Kaltim



Dukung Pengurangan Emisi GRK, DSNG Uji Coba Bio-CNG Plant dI Kaltim

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (“Perseroan”, “DSN Group”) pada Kamis (17/9/2020) melakukan commissioning atau uji coba produksi fasilitas Bio-CNG Plant yang diperkirakan menghasilkan listrik sebesar 1,2 MW serta gas biometana dengan kapasitas 280 m3 per jam.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo mengungkapkan, pembangunan proyek BioCNG Plant merupakan salah satu komitmen DSNG untuk menjalankan konsep circular economy dengan meminimalisir limbah pabrik kelapa sawit dan polusi, melalui pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan serta regenerasi sistem alam. Fasilitas Bio-CNG yang dibangun sejak akhir tahun 2018 tersebut merupakan upaya nyata untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sekaligus menghemat penggunaan solar secara signifikan.

Lebih lanjut kata dia, BioCNG Plant yang dibangun bakal memanfaatkan limbah cair dari 1 (satu) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas olah 60 ton TBS/jam, fasilitas ini diperkirkakan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebanyak lebih dari 50.000 ton CO2.

”Setara dengan penanaman lebih dari 800.000 pohon atau berkurangnya 11.000 unit kendaraan penumpang atau setara dengan melakukan daur ulang atas 17.000 ton sampah,” kata Andrianto Oetomo dalam keterangan tertulis yang diterima InfoSAWIT, Kamis (17/9/2020).

Bio-CNG plant ini, kata dia, akan menghasilkan listrik dengan kapasitas 2 x 0,6 MegaWatt sehingga total power yang dihasilkan mencapai 1,2 MegaWatt. Energi listrik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk proses pengolahan Palm Kernel di Kernel Crushing Plant (KCP) serta proses Produksi BioCNG Plant ini sendiri.

Sedangkan sisa kelebihan gas akan dikompres menjadi Biomethane Compressed Natural Gas yang kemudian disimpan didalam tabung dan dikemas dengan cara yang aman terhadap pekerja dan lingkungan. Bio-CNG yang telah dikemas tersebut akan didistribusikan menggunakan truk yang juga menggunakan bahan bakar Bio-CNG ke seluruh emplasmen (perumahan karyawan) dan PKS lainnya di areal DSN Grup Muara Wahau untuk digunakan sebagai bahan bakar pengganti pembangkit listrik Konvensional berbahan bakar Solar.

“Dengan adanya energi terbarukan dari Bio-CNG ini, Perseroan juga menghemat sedikitnya 2 juta liter solar per tahun, yang selama ini dipakai untuk bakar pabrik kelapa sawit dan KCP,” katanya.

Sementara diungkapkan Managing Director Unit Bisnis Agro Perseroan, Timotheus Arifin C mengatakan, selama ini tata Kelola DSN Group berangkat dari pemahaman bahwa bertumbuhnnya ekonomi masyarakat setempat menjadi tolok ukur bertumbuhnya perusahaan itu sendiri.

“Kami menghargai karyawan, masyarakat dan lingkungan melalui praktik-praktik yang mampu memberikan konstribusi yang signifikan terhadap keberadaan masyarakat sekitar berlandaskan prinsip-prinsip yang selaras serta kemitraan saling menguntungkan,” tadas dia. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit