infosawit

Perusahaan Sawit Malaysia, FGV Tegaskan Komitmen Hormati Hak Asasi Manusia



Ilustrasi pekerja sawit
Perusahaan Sawit Malaysia, FGV Tegaskan Komitmen Hormati Hak Asasi Manusia

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR - FGV Holdings Berhad (FGV) ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menghormati hak asasi manusia dan menegakkan standar ketenagakerjaan. Sejalan dengan komitmen kami terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia (UNGP), agenda keberlanjutan dan hak asasi manusia FGV tetap menjadi prioritas utama karena kami terus mendedikasikan energi kami untuk meningkatkan tenaga kerja kami. praktek. Berkaitan dengan hal tersebut, perusahaansepakat mengambil langkah konkrit selama beberapa tahun terakhir, hal ini dibuktikan dengan berbagai inisiatif dan program yang telah dijalankan FGV.

Misalnya, FGV terus memperkuat prosedur dan proses rekrutmen pekerja migran. FGV telah mendirikan empat One-Stop Center di Malaysia dan di negara sumber yaitu di India dan Indonesia, sebagai bagian dari upaya kami untuk memperkuat program orientasi pra-keberangkatan dan pasca-kedatangan bagi para pekerja migran.

Melalui sesi orientasi ini, para pekerja migran diberi pengarahan tentang berbagai hal termasuk persyaratan kerja, ruang lingkup pekerjaan dan sifat pekerjaan, hak dan tanggung jawab, serta tunjangan dan hak. FGV juga telah mengadopsi Pedoman dan Prosedur Rekrutmen TKI yang Bertanggung Jawab pada tahun 2019 sesuai dengan standar internasional dan akan terus memperkuat dokumen tersebut.

Berdasarkan Panduan, FGV berkomitmen untuk membayar biaya resmi yang terkait dengan perekrutan pekerja migran, termasuk tiket pesawat dan biaya izin kerja, visa, pemeriksaan kesehatan, dan asuransi. FGV juga telah merevisi kontraknya dengan agen perekrutan untuk meminta mereka memastikan bahwa tidak ada biaya yang dibebankan kepada para pekerja.

Sehubungan dengan hal ini, FGV ingin menekankan bahwa mereka tidak terlibat dalam perekrutan atau perekrutan pengungsi. Efektif tahun 2020, FGV merekrut pekerja migrannya terutama dari India dan Indonesia melalui jalur dan proses hukum yang diakui dan disetujui oleh otoritas Malaysia dan negara asal pekerja. Hingga Agustus 2020, FGV memiliki 11.286 pekerja Indonesia dan 4.683 pekerja India, yang bersama-sama merupakan mayoritas tenaga kerja perkebunan FGV. Selain itu, FGV tidak mempekerjakan pekerja kontrak dan semua pekerja dipekerjakan langsung oleh FGV.

“Sesuai dengan komitmen kami untuk mempromosikan pemenuhan hak pekerja atas perumahan yang layak, FGV selama tiga tahun terakhir telah menginvestasikan sekitar MYR 350 juta untuk meningkatkan fasilitas perumahan bagi para pekerjanya dengan membangun tempat tinggal baru di perkebunan kami di seluruh negeri. Untuk kompensasi, FGV membayar, setidaknya, upah minimum kepada pekerja kami sesuai dengan Perintah Upah Minimum 2020 yang diberlakukan oleh Pemerintah Malaysia,” catat pihak FGV dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Lebih lanjut pihak FGV memastikan telah melakukan berbagai tindakan lain untuk mendukung upayanya dalam menghormati hak-hak pekerja. FGV tidak mempraktikkan penyimpanan paspor pekerjanya dan telah memasang total 32.250 kotak pengaman di 68 wilayah tempat tinggal, sebagai opsi bagi pekerja migran untuk menyimpan paspornya dengan aman.

“Hak pekerja atas perawatan kesehatan dihormati melalui tunjangan yang diberikan, yang mencakup biaya tahunan untuk rawat jalan dan alokasi tak terbatas untuk rawat inap. FGV memberikan subsidi untuk tagihan listrik dan air pekerja,” tandas pihak FGV. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit