infosawit

PTPN Holding Berpeluang Produksi Biofuel Sawit



PTPN Holding Berpeluang Produksi Biofuel Sawit

InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Direktur Utama Holding Perkebunan, Mohammad Abdul Ghani mengungkapkan,  ketergantungan impor gula telah menjadi landasan penyusunan Roadmap gula untuk mendukung ketahanan pangan pada komoditas gula dan kestabilan harga gula ke konsumen.

Selain itu potensi pembangunan kemandirian energi yang paling cocok di Indonesia adalah berbasis biofuel dari CPO. Tantangan dalam penerapan biofuel untuk saat ini adalah produktivitas, teknologi dan harga ekonomi.

“Sehingga diharapkan adanya kebijakan fiscal yang berpihak pada biofuel untuk menumbuhkan ekosistem biofuel sawit, yang dapat berdampak mengurangi jumlah impor bahan bakar fosil dengan digantikan dengan biofuel sawit,” katanya dalam Acara Webinar “Menuju Indonesia Emas 2045: Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Energi” belum lama ini, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT.

Sementara itu, Ignasius Jonan, membandingkan pergeseran tren 10 besar perusahaan terbesar di dunia yang didominasi oleh perusahaan minyak dan gas di tahun 2008, dan bergeser ke perusahaan teknologi di tahun 2018.

Dalam pemaparannya, Ignasius Jonan menjelaskan bahwa dunia akan terus berubah dan akan ada 4 bisnis yang akan menjadi bisnis masa depan. Bisnis tersebut meliputi online business, renewable energy, kendaraan listrik dan bisnis lingkungan hidup. PTPN group memiliki potensi kesempatan pada renewable energy dan bisnis lingkungan hidup.

“Indonesia memiliki potensi dalam ketahanan energi terutama energi terbarukan mencakup bioetanol, dan biodiesel yang merupakan produk turunan dari tebu dan kelapa sawit yang dapat menjadi energi masa depan Indonesia. PTPN memiliki kesempatan untuk mengembangkan biodiesel, baik berperan sebagai pemasok bahan baku, atau mengembangkan sendiri dan menjual produk langsung ke hilir,” katanya. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit