infosawit

India Tangguhkan 39 Izin Impor Sawit dari Nepal dan Bangladesh



India Tangguhkan 39 Izin Impor Sawit dari Nepal dan Bangladesh

InfoSAWIT, INDIA – Sebanyak 39 izin untuk mengimpor sekitar 452.303 ton minyak kelapa sawit ke India resmi ditangguhkan dengan alasan Nepal dan Bangladesh bukan produsen utama. Dikutip Reuters, penangguhan dilakukan untuk mengurangi impor minyak sawit India dalam beberapa bulan ke depan, sekaligus untuk meningkatkan pengiriman minyak kedelai dan minyak bunga matahari.

Semenjak awal Januari 2020 lalu, pihak India telah memasukkan minyak sawit olahan dan palmolein dalam daftar barang-barang terlarang, kendati demikian New Delhi tetap mengeluarkan izin untuk mengimpor palmolein olahan dari Nepal dan Bangladesh.

Tercatat, impor minyak sawit dari Nepal melonjak 314% menjadi 189.078 ton pada tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2020, sementara pembelian dari Bangladesh melonjak 500%, catat pemerintah dalam keterangan tertulisnya.

Meningkatnya perdagangan minyak nabati bebas bea masuk mengganggu perdagangan di India dan melemahkan upaya pemerintah untuk meningkatkan harga biji minyak nabati dengan pajak impor yang lebih tinggi, kata Presiden Solvent Extractors Association of India (SEA), Atul Chaturvedi. Dari lisensi yang ditangguhkan, 37 izin dikeluarkan untuk sumber komoditas dari Bangladesh dan Nepal, sementara dua dikeluarkan untuk asal Indonesia. (T2)

Artikel lengkap baca Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Juli 2020


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit