infosawit

Perbaikan Tata Kelola Sawit “Runyam” Akibat UU Omnibus Law Ciptaker



Perbaikan Tata Kelola Sawit “Runyam” Akibat UU Omnibus Law Ciptaker

InfoSAWIT, BOGOR - Dewan Perwakilan Rakyat, telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna yang berlangsung pada Senin 5 Oktober 2020 dinihari.

Namun demikian sejumlah penolakan terus digaungkan berbagai kalangan karena dinilai tidak memihak rakyat kecil dan mementingkan investasi. Omnibus Law Cipta Kerja juga berdampak besar bagi sejumlah sektor, salah satunya industri perkebunan sawit.

Direktur Eksekutif Sawit Watch Inda Fatinaware mengungkapkan, terkait industri sawit, semua sepakat bahwa perlu adanya perbaikan tata kelola. Disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja justru membuat proses perbaikan tata kelola sawit pun itu menjadi runyam.

Terlebih, capaian Inpres No. 18 Tahun 2018 atau popular disebut Inpres Moratorium Sawit sebagai salah satu kebijakan yang diharapkan menjadi langkah awal perbaikan industri kelapa sawit justru tidak begitu menggembirakan. Karena hingga saat ini belum ada kasus sawit di kawasan hutan yang dapat diselesaikan melalui inpres tersebut. Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mencatat bahwa terdapat 3,4 juta ha perkebunan sawit didalam kawasan hutan.

“Sementara kebijakan lain seperti PP No. 60 tahun 2012, PP No. 104 tahun 2015, dan Perpres No. 88 tahun 2017, yang menjadi senjata untuk menyelesaikan persolan sawit dalam kawasan hutan, namun sayangnya tidak ada hasil signifikan,” kata Inda dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Lebih lanjut, tutur Inda, terbitnya UU Cipta Kerja yang menawarkan model penyelesaian 'berbau' pemutihan, serta berpotensi aturan perizinan diabaikan, tidak transparan serta berujung pada kerugian publik dan keuntungan segelintir kelompok saja, serta dugaan korupsi seperti diabaikan. “Apakah hal ini ada kaitannya dengan tahun politik 2024, waktu akan menjawab,” tandas Inda. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit