infosawit

Kemitraan Inti-Rakyat Bisa Dikembangkan Jadi Kemitraan kepemilikan Pabrik Sawit



Kemitraan Inti-Rakyat Bisa Dikembangkan Jadi Kemitraan kepemilikan Pabrik Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Diungkapkan Ketua Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan (FP2SB), Achmad Mangga Barani, pola Perkebunan Inti-Rakyat (PIR) yang dikembangkan sejak tahun 1980 lalu terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Sekarang pola PIR perlu lebih dikembangkan lagi sehingga petani memiliki saham di pabrik sawit.

“Saya paling tidak setuju bila plasma lepas dari inti terus membangun pabrik sendiri. Optimalkan saja pabrik yang ada dengan kepemilikan saham plasma. Pabrik yang berdiri bersamaan dengan pendirian kebun plasma nilai bukunya sudah sangat rendah sehingga petani plasma pasti bisa ikut memiliki saham. Persoalan petani selalu pada tingkat harga TBS , dengan memilki saham masalah ini bisa diatasi,” katanya dalam acara Webinar yang diadakan ASPEKPIR dan GAPKI, yang dihadiri InfoSAWIT.

Saat ini petani PIR banyak yang sudah waktunya replanting. Peremajaan harus dilakukan dengan bibit yang benar yang produktivitasnya 30-40 ton TBS/ha/tahun, juga toleran ganoderma. “Jangan lagi hanya 20-25 ton TBS/ha itu tidak akan akan mensejahterakan petani. Kepemilikan lahan juga saat ini minimal 4 ha/KK,” katanya.

Sementara Juwita dari ASPEKPIR Kalbar menyatakan, salah satu aspek penting dari program PIR selain peningkatan ekonomi petani dan kemajuan daerah adalah membangun Ke-Indonesiaan. Petani transmigrasi yang datang dari Jawa hidup rukun dengan penduduk setempat dan sama-sama membangun kesejahteraan bersama. “Selain aspek ekonomi, ini pencapaian sosial yang luar biasa dari PIR,” katanya.

Saat ini yang perlu diwaspadai adalah konflik tata niaga. Beroperasinya PKS tanpa kebun membuat marak tempat  penampungan sawit yang disebut loading ramp. “Mereka menampung TBS dari mana saja tanpa peduli asal usulanya Pencurian TBS yang selama ini tidak ada di Kalbar sekarang menjadi marak. Petani plasma harus punya saham di PKS,” tanas dia. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit