infosawit

Pekan Riset Sawit Kembali Digelar, BPDPKS Dorong Penelitian Bisa Diterapkan di Industri



Pekan Riset Sawit tahun 2018 lalu, kini acara tersebut kembai digelar BPDPKS
Pekan Riset Sawit Kembali Digelar, BPDPKS Dorong Penelitian Bisa Diterapkan di Industri

InfoSAWIT, JAKARTA — Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kembali menyelenggarakan Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) yang mempertemukan para peneliti di bidang kelapa sawit dengan pelaku usaha nasional. Mengingat pandemi COVID-19, Pekan Riset Sawit Indonesia 2020 ini digelar secara online melalui forum Webinar.

Digelar pula diskusi yang melibatkan para pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit. Acara ini juga memungkinkan untuk terjadinya business matching antara peneliti dengan pemangku kepentingan. Kegiatan ini bisa diikuti melalui aplikasi Zoom dan disaksikan secara live melalui channel BPDP Sawit pada media Youtube. Diseminasi hasil riset juga akan ditayangkan dalam Liputan Khusus Prime Talk di Metro TV pada 22 Oktober 2020.

Acara ini mengusung Tema Mahakarya Inovasi Sawit Nasional “Fastering Innovation for Oil Palm Sector Resilience Facing Covid-19 Pandemic”. Dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang akan mengupas mengenai Kontribusi Sawit terhadap Perekonomian Nasional di Masa Pandemi COVID-19.

“Acara ini merupakan salah satu program unggulan BPDPKS yang kami laksanakan secara regular setiap tahun, sebagai bagian dari upaya kami untuk mensosialisasikan dan mendorong pengembangan riset di sektor kelapa sawit agar dapat diketahui oleh seluruh stakeholders untuk dapat dimanfaatkan dalam pengembangan industri sawit nasional,” ujar Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman dalam keterangan tertulis yang diterima InfoSAWIT, Senin (19/10/2020).

Dalam acara yang digelar pada 20 Oktober 2020 ini, sebanyak 19 peneliti akan memaparkan hasil penelitian dan pengembangan mereka terkait kelapa sawit. Riset mencakup sejumlah bidang antara lain budidaya/lahan/tanah, biomaterial, bioenergi, pangan/kesehatan, lingkungan, pengolahan limbah, dan sosial ekonomi/manajemen/ICT.

Lebih lanjut Eddy menyampaikan, penelitian dan pengembangan merupakan salah satu elemen penting dan harus menjadi salah satu bagian dari proses utama upaya pengembangan sektor kelapa sawit. Kegiatan riset merupakan pondasi industri hilir yang dibutuhkan sebagai ujung tombak kemajuan industri berbasis komoditas unggulan. Oleh karenanya diperlukan alokasi dana riset yang mencukupi agar penguatan aktivitas riset dapat dilakukan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung pengembangan perkebunan dan industri sawit.

Merujuk informasi dari BPDPKS, sampai saat ini terdapat beberapa riset yang didanai BPDPKS akan/telah dikembangkan/dimanfaatkan oleh industri/Pemerintah diantaranya, pengembangan proses teknologi produksi IVO (Industrial Vegetable Oil) yang dilakukan oleh LPIK ITB bekerjasama dengan Kementrian RIstek/BRIN dan Pemda Musi Banyuasin.

Lantas, teknologi pemurnian biogas untuk bahan bakar kendaraan, yang dilakukan oleh LPPM ITB dengan PTPN V. pengembangan surfaktan metil ester sulfonat, yang dilakukan oleh LPPM IPB dengan PT Petro Kimia Gresik. nilai emisi karbon pada lahan gambut, yang dilakukan oleh LPPM IPB dengan PT. Astra Agro Lestari. Serta, uji jalan penggunaan bahan bakar B30 pada kendaraan bermotor diesel, mesin alsintan, kapal motor, kereta api dan alat berat yang dilakukan oleh Lemigas-KESDM bekerja sama dengan asosiasi kendaraan bermotor dan stakeholder lainnya. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit