infosawit

Mimpi Pabrik Sawit Mini Petani



Mimpi Pabrik Sawit Mini Petani

InfoSAWIT - Masih terus berfluktuasinya harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit menjadi salah satu musabab usaha perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani menjadi sangat rentan terhadap gejolak harga, lantaran berpotensi untuk merugi. Apalagi harga TBS sawit petani sampai saat ini terus mengalami penurunan, ditambah situasi pandemi covid-19.

Dikatakan Kepala Bidang P2HP Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, H Rudi Arpian, untuk harga TBS Sawit di Sumatera Selatan tercatat terus turun, bahkan untuk periode II - Mei 2020 menjadi periode dengan harga terendah sepanjang tahun 2020 yang hanya mencapai Rp 1.285,97/Kg, sementara harga TBS Sawit tertinggi tahun 2020 terjadi pada periode II - Januari 2020 yang mampu mencapai Rp 2.022,29/Kg.

Terus melorotnya harga TBS Sawit membuat keuntungan berkebun sawit terus terpangkas, alhasil biaya perawatan perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani pun mesti disesuaikan. Biasanya efisiensi yang dipilih adalah dengan menghemat penggunaan pupuk, lantaran aplikasi pupuk mendominasi biaya perawatan perkebunan. Tentu saja dampaknya produktivitas perkebunan kelapa sawit petani diyakini akan juga menurun.

Sampai saat ini, menjual buah kelapa sawit masih menjadi hasil tunggal yang didapat petani dari membudidayakan pohon kelapa sawit. Sebab itu muncul usulan petani kelapa sawit pun bisa untuk menjual buah sawit yang telah diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO). Harapannya petani bisa memperoleh nilai tambah dari berkebun sawit.

Sebelumnya ada beberapa kelompok tani yang mencoba untuk membuat pabrik kelapa sawit, harapannya pendapatan petani terdongkrak dengan menjual minyak sawit mentah, selain menjual buah kelapa sawit yang selama ini telah dilakukan.

Namun demikian hasilnya belum memuaskan, bahkan pabrik kelapa sawit yang dibangun petani kelapa sawit swadaya diatas lahan seluas 50 ha tersebut mesti hancur ditengah jalan, sebelum pabrik pengolahan sawit itu bisa beroperasi secara penuh.

Belum lama ini bahkan muncul kembali upaya pembangunan pabrik kelapa sawit untuk petani, namun kali ini dipelopori pemerintah daerah. Seperti yang dilakukan pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) bakal membangun pabrik Industri Palm Oil (IPO) dan Crude Palm Oil (CPO).

Pabrik ini diproyeksikan dapat menampung buah kelapa sawit dari kebun petani, harapannya agar harga buah sawit petani bisa meningkat. Sebelumnya pabrik IPO ditargetkan beroperasi pada 2021 dan tahun 2022 pabrik CPO akan beroperasi, pada akhir tahun 2019 lalu  proyek ini masih dalam proses penyusunan studi kelayakan.

Kendati belum ada yang berhasil, kini pengembangan pabrik kelapa sawit mini untuk kelompok petani kelapa sawit atau Koperasi mulai didukung regulasi, utamanya dalam dukungan pendanaan. Merujuk Surat Keputusan Ditjen Perkebunan Nomor 144/Kpts/OT.050/4/2020 Tentang Pedoman Teknis Sarana Dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit dalam Kerangka Pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapasawit, pada lampiran BAB II secara umum mencatat, bahwa pelaksanaan kegiatan sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit menggunakan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) bertujuan untuk meningkatkan produksi atau produktivitas atau mutu hasil yang disesuaikan dengan jenis kegiatan sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit, serta dengan karakteristik teknis tanaman kelapa sawit dan/atau jenis pekerjaan..

InfoSAWIT Cetak Edisi Juni 2020 cek di: http://store.infosawit.com/ 

 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit