infosawit

Petani di Lampung Pilih Padi Gogo Ketimbang Sawit dan Karet



Petani di Lampung  Pilih Padi Gogo Ketimbang Sawit dan Karet

InfoSAWIT, JAKARTA - Di tengah maraknya alih fungsi lahan sawah irigasi produktif menjadi perumahan dan kawasan industri khususnya di pulau jawa, kabar gembira datang dari para petani di wilayah Abung Surakarta  Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Para petani di wilayah itu kini sedang tren mengembangkan padi gogo di lahan kering, terutama di bekas lahan karet dan kelapa sawit. Di satu kecamatan saja, berdasarkan data dari Cabang Dinas Pertanian Abung Surakarta, di tahun 2020 ini ada setidaknya 107 hektar lahan kering yang ditanami padi gogo, 50 hektar diantaranya merupakan koversi lahan kebun sawit dan karet.

Kegiatan ini dipicu, harga komoditas sawit dan karet yang sempat mengalami penurunan. Menurut Kepala Cabang Dinas Pertanian Kecamatan Abung Surakarta, Wardoyo, sudah sekitar dua tahun ini petani di wilayahnya mengembangkan padi gogo.

Di tengah harga sawit, karet dan ubi kayu yang kurang menguntungkan petani, bertanam padi gogo menurutnya menjadi peluang yang sangat menarik. “Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan, produktifitas rata rata mencapai 8-9 ton, meskipun di lahan kering”, jelas Wardoyo di Lampung, Selasa (3/11/2020) dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT.

Pada pertemuan penyuluh pertanian setempat dengan Tim Pendamping BPP Kostratani dari Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung baru-baru ini pun Wardoyo menegaskan kesuksesan ini merupakan hasil 'trial and error' yang dilakukan para penyuluh dan petani dengan dukungan Laboratorium Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikutura Dinas TPH Provinsi yang ada di Kabupaten Lampung Utara.

“Beberapa komponen teknologi yang mendukung keberhasilan ini diantaranya adalah penggunaan benih hibrida, pupuk kandang, serta pengamatan hama secara terpadu. Kami ingin menghasilkan produk padi yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Bapeltan Lampung, Abdul Roni Angkat, keberhasilan pengembangan padi gogo di lahan kering dan meningkatnya minat petani perkebunan yang mengubah lahannya menjadi padi gogo, ini makin menambah keyakinan bahwa swasembada beras yang dicita-citakan akan bisa terwujud meski tanpa harus mencetak sawah baru atau membangun bendungan dan jaringan irigasi yang membutuhkan investasi besar dari pemerintah. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit