infosawit

3 Daerah ini Teratas Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan-nya



3 Daerah ini Teratas Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan-nya

InfoSAWIT, JAKARTA - Inovasi berbasis prinsip keberlanjutan belum menjadi prioritas dalam pembangunan daerah. Dorongan berupa insentif dibutuhkan agar pembangunan daerah dilakukan berlandaskan prinsip keberlanjutan dengan keberimbangan di antara pilar ekonomi unggul, lingkungan lestari, sosial inklusif, dan tata kelola baik.

Hal tersebut menjadi salah satu rekomendasi dari pelaksanaan Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan yang digelar  Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Kinara Indonesia, dan Katadata Insight Center.

“Inovasi berbasis prinsip keberlanjutan harus menjadi prioritas daerah, terutama bagi daerah yang mengandalkan Sumber Daya Alam sebagai fondasi perekonomian daerah saat ini dan di masa depan. Untuk daerah yang kondisi lingkungannya baik dan aspek sosial mendukung, diperlukan insentif tambahan agar mereka bisa mengembangkan pilar ekonomi dan tata kelola melalui inovasi berkelanjutan,” jelas Ketua KPPOD Robert Na Endi Jaweng, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan dan penganugerahan Daya Saing Daerah Berkelanjutan Award kepada kabupaten-kabupaten yang berhasil menerapkan pembangunan berkelanjutan diumumkan dalam Katadata Regional Summit 2020.

Kerangka dasar Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan terdiri atas lingkungan lestari, ekonomi unggul, sosial inklusif, dan tata kelola baik. Pemilihan kabupaten pemenang didasarkan studi yang dilakukan oleh KPPOD sejak kuartal I 2020. KPPOD mendata 356 kabupaten di Indonesia menggunakan data-data sekunder tahun 2018-2019 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), dinas-dinas lingkungan hidup, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Satuan Kerja Pelaksana Daerah (SKPD), dan lain-lain.

Penilaian Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan diharapkan memberikan kontribusi bagi sejumlah pihak. Keseimbangan antarpilar menjadi kunci peningkatan daya saing daerah berkelanjutan. Pentingya keberimbangan ini juga mengingat sejumlah daerah mengalami turbulensi sebagai dampak pandemi Covid-19.

Mengacu pada hasil pemeringkatan tersebut, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, meraih skor Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan tertinggi dengan skor 68,30, disusul Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dengan skor 64,48, Provinsi Sumatera Selatan, dan Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara dengan skor 63,54.

Kabupaten Badung dinilai memiliki penyelenggaraan  pelayanan dan transparansi publik yang bagus dan dukungan pemerintahan yang baik. Kabupaten ini juga memiliki kebijakan yang mendukung upaya pembangunan ramah lingkungan melalui peraturan daerah.

Kabupaten Musi Banyuasin antara lain dinilai memiliki tata kelola, pemerintahan yang berkomitmen tinggi, dan inovasi-inovasi daerah yang baik ke arah praktik keberlanjutan. Sedangkan Kabupaten Tana Tidung mampu menerapkan anggaran yang akuntabel dan kondisi sosial inklusif yang baik.

Tiga kabupaten dengan penilaian terbaik akan mendapatkan pengembangan kapasitas dari Kinara Indonesia. “Kinara Indonesia mengapresiasi para pemerintah daerah yang berinovasi untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam upaya meningkatkan daya saing daerah maupun nasional,” kata Direktur Kinara Indonesia, Vivi Laksana. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit