infosawit

KBRI Tokyo: Pemberitaan Sawit di Jepang Tak Sesuai Fakta



Ilustrasi Sawit Lindungi Lingkungan
KBRI Tokyo: Pemberitaan Sawit di Jepang Tak Sesuai Fakta

InfoSAWIT, TOKYO Terbitnya pemberitaan mengenai pelecehan dan eksploitasi perempuan di industri sawit Indonesia yang bersumber dari Associated Press (AP) yang berjudul "Rape and Abuses in Palm Oil Fields Linked to Top Beauty Brands" yang dimuat di Harian Japan Times, Rabu (18/11/2020) lalu,  Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo menyayangkan artikel yang ditulis tersebut tidak mengutamakan prinsip cover both sides (cek dan ricek) terhadap fakta yang sesungguhnya terjadi.

Pemerintah Indonesia c.q.  KBRI Tokyo prihatin  bilamana benar terjadi hal tersebut. Dalam keterangan terulis diterima InfoSAWIT, bagi pemerintah Indonesia, kebijakan perlindungan tenaga  kerja adalah  prioritas. "Kami memastikan bahwa tidak ada eksploitasi masif pekerja perempuan di industri kelapa sawit Indonesia," catat pihak KBRI Tokyo.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum dan Hak Azasi Manusia,  kasus pelecehan  dan eskploitasi terhadap  pekerja pekerja  perempuan sebagaimana diberitakan merupakan rare and unexpected incident yang tentunya akan  ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum di  Indonesia.

“Petani dan perusahaan sawit baik  berskala kecil maupun besar telah  menyediakan lingkungan kerja yang kondusif  dan  perlindungan yang layak bagi para pekerja khususnya pekerja perempuan di perkebunan sawit. Sementara itu,  perusahaan juga berkomitmen untuk menerapkan prinsip  keberlanjutan sesuai standar dan  kriteria ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang diterapkan oleh Pemerintah RI,” catat KBRI Tokyo.

Lebih lanjut, sertifikasi  ISPO meliputi  persyaratan legalitas yang jelas  termasuk  syarat untuk kesehatan, keselamatan kerja serta perlindungan pekerja.  Untuk dapat memperoleh sertfikasi ISPO, perusahaan harus menunjukkan praktek penggunaan tenaga kerja yang baik termasuk perlindungan terhadap keselamatan para pekerja perempuan.

Dimana, di Indonesia terdapat sekitar 2,6  juta tenaga kerja langsung yang bekerja di sektor sawit dan sekitar 3 juta tenaga kerja tidak langsung  serta petani.  Dari total luas lahan perkebunan sawit Indonesia yaitu 16,3  juta hektar, sekitar  7 juta hektar atau 43% adalah perkebunan sawit rakyat.

“Pemerintah  Indonesia secara  serius  mengambil  langkah-langkah  perbaikan dan pemajuan industri  sawit  dalam  negeri.  Dalam  instruksi  Presiden no 6 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional  Kelapa Sawit  Berlanjutan 2019-2024  isu pengarusutamaan gender menjadi salah satu rencana aksi. Pemerintah   Indonesia    berkomitmen    penuh  terhadap   pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs ),” tandas pihak KBRI Tokyo. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit