infosawit

Petani Sawit: Pemerintah Diharap Perhatian Terhadap Jalan Kebun di Indonesia



Petani Sawit: Pemerintah Diharap Perhatian Terhadap Jalan Kebun di Indonesia

InfoSAWIT, JAKARTA –  Petani kelapa sawit swadaya yang tergabung  dalam Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) meminta pemerintah untuk memperhatikan jalan kebun petani sawit di indonesia. Hal ini didasari lantaran jalan-jalan kebun petani sawit swadaya banyak mengalami kerusakan sehingga menyulitkan petani untuk mengangkut buah sawit atau tandan buah segar (TBS) sawit,  akibatnya menurunkan kualitas buah sawit milik petani.

Diungkapkan, Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Sekadau, Bernadus Mohtar, kerusakan jalan kebun sawit milik petani sangat merugikan petani karena dengan rusaknya jalan maka akan ada biayah tambahan yang harus dikeluarkan petani sawit sekitar Rp. 100 – 200 rupiah/Kg, selain itu buruknya infrastruktur jalan mengakibatkan penurunan kualitas sawit milik petani, ini akibat truk-truk pengkut sawit milik petani akan bermalam dijalan sebelum sampai di pabrik kelapa sawit, kondisi demikian mempengaruhi kualitas buah.

“Jalan kebun petani sawit sangat penting mendapat perhatian dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, karena selama ini terkesan tidak diperhatikan contohnya untuk di Kabupaten Sekadau, banyak jalan rusak di lokasi kebun sawit akibanya petani merugi,” tutur Mohtar, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Padahal sampai saat ini petani sawit sangat patuh dalam membayar pajak seperti melalui pajak PPh 22 yang dipotong langsung dari penjulan sawit petani, bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), membayar pajak kelembagaa koperasi, dan juga melalui potongan secara langsung dari pungutan Dana Sawit. “Artinya kan harusnya pemerintah itu tidak ada alasan untuk tidak memperbaiki jalan kebun petani sawit, apalagi lagi sekarang ini sawit sebagai sumber devisi negara yang sangat besar,” kata Muhtar.

Sementara Ketua SPKS Rokan Hulu, Riau, Yusro Fadli mengatakan, jalan produksi petani sawit swadaya masih sangat minim dan banyak mengalami kerusakan, untuk itu mempertanyakan anggaran dana sawit yang besar saat ini di kelola oleh Badan Pengelola Dan perkebunan Sawit (BPDPKS), yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung perbaikan jalan-jaan kebun petani sawit di Riau.

“Kami kira ini sangat memungkinkan sudah ada aturan yang mengatur ini tinggal bagaimana segera disalurkan ketimbang dana sawit tersebut untuk besar untuk subsidi program biodiesel (B30),” tandas Yusro. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit